<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>BLOG.YUDIHARDIS.COM</title>
	<atom:link href="http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.yudihardis.com</link>
	<description>Share and give , Think global , act local , be inspiration</description>
	<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 03:28:08 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Empat Lukisan</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=274</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=274#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 03:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Lukisan ini dituang di atas kertas putih. Ada 4 lembar. Semuanya dikirimkan melalui pos. Ketika kubuka satu per satu lukisan ini, tidak terasa air mataku menetes. Anakku sendiri yang berumur 6 tahun waktu itu mengirimkan hasil karya lukisnya sendiri kepadaku. Dan ketika kutanyakan satu persatu arti lukisan itu, dia menjelaskan dengan sangat terang. Membuat hati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lukisan ini dituang di atas kertas putih. Ada 4 lembar. Semuanya dikirimkan melalui pos. Ketika kubuka satu per satu lukisan ini, tidak terasa air mataku menetes. Anakku sendiri yang berumur 6 tahun waktu itu mengirimkan hasil karya lukisnya sendiri kepadaku. Dan ketika kutanyakan satu persatu arti lukisan itu, dia menjelaskan dengan sangat terang. Membuat hati ini menjadi sangat tersentuh.</p>
<p>Inilah Empat Lukisan itu :</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignleft size-medium wp-image-270" title="lukisan-abyan-011" src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/07/lukisan-abyan-011-218x300.jpg" alt="lukisan-abyan-011" width="218" height="300" /><img class="size-medium wp-image-271 aligncenter" title="lukisan-abyan-02" src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/07/lukisan-abyan-02-218x300.jpg" alt="lukisan-abyan-02" width="218" height="300" /><img class="alignleft size-medium wp-image-272" title="lukisan-abyan-03" src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/07/lukisan-abyan-03-218x300.jpg" alt="lukisan-abyan-03" width="213" height="300" /><img class="size-medium wp-image-273 aligncenter" title="lukisan-abyan-04" src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/07/lukisan-abyan-04-218x300.jpg" alt="lukisan-abyan-04" width="208" height="300" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=274</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Distribusi Obat di Daerah Terpencil</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=268</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=268#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 03:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[ Pelayanan kesehatan masyarakat di suatu daerah sangat tergantung pada ketersediaan obat-obat yang ada didaerah itu. Bagi Pemerintah Daerah, Gudang Farmasi Kabupaten merupakan ujung tombak terdepan keberhasilan dan kelancaran distribusi obat-obat ke seluruh puskesmas yang ada di daerahnya.
Namun, barangkali anda yang berada di Ibukota Jakarta maupun di kota-kota besar tidak akan menyangka bahwasanya distribusi obat-obatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/05/dsc0003801-150x150.jpg" alt="dsc0003801" title="dsc0003801" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-266" /> Pelayanan kesehatan masyarakat di suatu daerah sangat tergantung pada ketersediaan obat-obat yang ada didaerah itu. Bagi Pemerintah Daerah, Gudang Farmasi Kabupaten merupakan ujung tombak terdepan keberhasilan dan kelancaran distribusi obat-obat ke seluruh puskesmas yang ada di daerahnya.</p>
<p>Namun, barangkali anda yang berada di Ibukota Jakarta maupun di kota-kota besar tidak akan menyangka bahwasanya distribusi obat-obatan ke puskesmas di daerah terpencil seperti di wilayah Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan, tidak semudah yang dibayangkan. </p>
<p>Kepala Gudang Farmasi Kabupaten Barito Kuala, Salwati, S.Si., Apt mengatakan bahwa dia bersama jajarannya harus melalui perjalanan sungai dengan perahu bermesin selama hampir 1 jam perjalanan kemudian dilanjutkan perjalanan darat untuk satu tempat tujuan. Terkadang harus melewati gelombang air yang tinggi, sehingga dia sudah selalu siap dengan pelampung di badannya.<br />
<img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/05/dsc00038.jpg" alt="dsc00038" title="dsc00038" width="640" height="480" class="alignleft size-full wp-image-267" />Sebagai seorang wanita yang menangani area dengan kesulitan yang tinggi, Salwati tidak pernah menyerah. Karena baginya, ini adalah amanah yang harus dikerjakan agar pelayanan kesehatan di daerahnya lancar dan rakyat menjadi sehat.</p>
<p>Barangkali ibu Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu, menjadi terbuka akan hal ini. Paling tidak agar mereka para pengabdi negara yang benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyatnya terus bersemangat dan tidak kurang sesuatu apapun.</p>
<p>Bravo ! Selamat berjuang!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=268</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fitriyan Dwi Rahayu, Nilai UN Tertinggi dari Kebumen</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=265</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=265#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 17:13:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=265</guid>
		<description><![CDATA[Kebumen - Fitriyan Dwi Rahayu adalah salah satu dari 5 siswa SMP yang meraih nilai UN tertinggi di Indonesia. Presiden SBY pun menelepon siswi SMPN 1 Karanganyar, Kebumen ini.
Melalui telewicara, Presiden SBY di Cikeas, Bogor, berdialog dengan Fitriyan yang berada di SMPN 1 Karanganyar bersama orang tua dan guru.
&#8220;Saya bangga atas prestasi sekolah ini dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/05/arbi1dlm-150x150.jpg" alt="arbi1dlm" title="arbi1dlm" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-263" />Kebumen - Fitriyan Dwi Rahayu adalah salah satu dari 5 siswa SMP yang meraih nilai UN tertinggi di Indonesia. Presiden SBY pun menelepon siswi SMPN 1 Karanganyar, Kebumen ini.</p>
<p>Melalui telewicara, Presiden SBY di Cikeas, Bogor, berdialog dengan Fitriyan yang berada di SMPN 1 Karanganyar bersama orang tua dan guru.</p>
<p>&#8220;Saya bangga atas prestasi sekolah ini dan kepada ananda Riyan (Fitriyan) karena mendapat medali emas,&#8221; kata SBY, Sabtu (8/5/2010).</p>
<p>Fitriyan mendapat nilai sempurna 10 untuk Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. Untuk pelajaran Bahasa Inggris, Fitriyan mendapat nilai 9,8.</p>
<p>&#8220;Wah! Itu mengalahkan Bahasa Inggris Pak SBY!&#8221; kata Presiden disambut tepuk tangan hadirin di SMPN 1 Karanganyar, termasuk Bupati Kebumen Nashiruddin.</p>
<p>Usai berbincang dengan Presiden SBY, Fitriyan mengaku senang dengan apa yang telah diperolehnya saat ini. &#8220;Saya tidak pernah menyangka akan dapat berbincang langsung dengan Bapak Presiden,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Fitriyan, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara keluarga sederhana pasangan Cipto Raharjo (51) dan Sukarni Mugi Rahayu (43) warga Desa Jatiluhur, Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah. Orang tuanya adalah pengurus perpustakaan Desa Kebumen. Nah, sambil membantu orang tua, Fitriyan ikut membaca buku perpustakaan yang membantunya dalam belajar dan mengerjakan soal UN. (sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/05/08/155706/1353570/10/nilai-un-tertinggi-fitriyan-ditelepon-sby)</p>
<p>Foto Lain :</p>
<p><img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/05/aa1.jpg" alt="aa1" title="aa1" width="450" height="297" class="aligncenter size-full wp-image-264" /></p>
<p>SANGAT MEMBANGGAKAN!!! Itulah komentar saya pertama kali mendapati berita ini. Apalagi sebagai seorang warga asal Kebumen, ada rasa haru dan sangat bangga yang bercampur menjadi satu, karena satu hari sebelumnya Kompas Cetak memberitakan bahwa,&#8221;Pada tahun ini, tercatat 561 sekolah yang memiliki tingkat kelulusan 0 persen dengan jumlah 9.283 siswa (Kompas, 7 Mei 2010)&#8221;.</p>
<p>Fitrian membuktikan bahwa dengan fasilitas pendidikan yang minimalis dan jauh dari keramaian, bisa menjadi yang terbaik. Kuncinya hanya dengan belajar sungguh-sungguh. </p>
<p>Banyak orang menyalahkan sistem pendidikan kita, yang mulai bisnis oriented. Tapi memang tidak semua. Sistem sebagus apapun, jika siswa tidak mempunyai inner motivation yang tinggi maka yang terjadi hanya main-main semata. Begitu pula dengan bakat siswa, bila tidak didukung oleh sistem yang baik dan benar, maka bisa berakibat fatal.</p>
<p>Fitrian adalah contoh yang baik. Selamat buat Fitrian. Terus belajar dan jangan pernah menyerah.</p>
<p>Bravo Anak Kebumen!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=265</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Serat Jayabaya</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=262</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=262#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 13:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Isi Ramalan
Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran &#8212; Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
Tanah Jawa kalungan wesi &#8212; Pulau Jawa berkalung besi.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang &#8212; Perahu berjalan di angkasa.
Kali ilang kedhunge &#8212; Sungai kehilangan mata air.
Pasar ilang kumandhang &#8212; Pasar kehilangan suara.
Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak &#8212; Itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Isi Ramalan</p>
<p>Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran &#8212; Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.<br />
Tanah Jawa kalungan wesi &#8212; Pulau Jawa berkalung besi.<br />
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang &#8212; Perahu berjalan di angkasa.<br />
Kali ilang kedhunge &#8212; Sungai kehilangan mata air.<br />
Pasar ilang kumandhang &#8212; Pasar kehilangan suara.<br />
Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak &#8212; Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.<br />
Bumi saya suwe saya mengkeret &#8212; Bumi semakin lama semakin mengerut.<br />
Sekilan bumi dipajeki &#8212; Sejengkal tanah dikenai pajak.<br />
Jaran doyan mangan sambel &#8212; Kuda suka makan sambal.<br />
Wong wadon nganggo pakeyan lanang &#8212; Orang perempuan berpakaian lelaki.<br />
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman&#8212; Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik<br />
Akeh janji ora ditetepi &#8212; Banyak janji tidak ditepati.<br />
keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe&#8212; Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.<br />
Manungsa padha seneng nyalah&#8212; Orang-orang saling lempar kesalahan.<br />
Ora ngendahake hukum Hyang Widhi&#8212; Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.<br />
Barang jahat diangkat-angkat&#8212; Yang jahat dijunjung-junjung.<br />
Barang suci dibenci&#8212; Yang suci (justru) dibenci.<br />
Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit&#8212; Banyak orang hanya mementingkan uang.<br />
Lali kamanungsan&#8212; Lupa jati kemanusiaan.<br />
Lali kabecikan&#8212; Lupa hikmah kebaikan.<br />
Lali sanak lali kadang&#8212; Lupa sanak lupa saudara.<br />
Akeh bapa lali anak&#8212; Banyak ayah lupa anak.<br />
Akeh anak wani nglawan ibu&#8212; Banyak anak berani melawan ibu.<br />
Nantang bapa&#8212; Menantang ayah.<br />
Sedulur padha cidra&#8212; Saudara dan saudara saling khianat.<br />
Kulawarga padha curiga&#8212; Keluarga saling curiga.<br />
Kanca dadi mungsuh &#8212; Kawan menjadi lawan.<br />
Akeh manungsa lali asale &#8212; Banyak orang lupa asal-usul.<br />
Ukuman Ratu ora adil &#8212; Hukuman Raja tidak adil<br />
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil&#8212; Banyak pejabat jahat dan ganjil<br />
Akeh kelakuan sing ganjil &#8212; Banyak ulah-tabiat ganjil<br />
Wong apik-apik padha kapencil &#8212; Orang yang baik justru tersisih.<br />
Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin &#8212; Banyak orang kerja halal justru merasa malu.<br />
Luwih utama ngapusi &#8212; Lebih mengutamakan menipu.<br />
Wegah nyambut gawe &#8212; Malas untuk bekerja.<br />
Kepingin urip mewah &#8212; Inginnya hidup mewah.<br />
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka &#8212; Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.<br />
Wong bener thenger-thenger &#8212; Orang (yang) benar termangu-mangu.<br />
Wong salah bungah &#8212; Orang (yang) salah gembira ria.<br />
Wong apik ditampik-tampik&#8212; Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).<br />
Wong jahat munggah pangkat&#8212; Orang (yang) jahat naik pangkat.<br />
Wong agung kasinggung&#8212; Orang (yang) mulia dilecehkan<br />
Wong ala kapuja&#8212; Orang (yang) jahat dipuji-puji.<br />
Wong wadon ilang kawirangane&#8212; perempuan hilang malu.<br />
Wong lanang ilang kaprawirane&#8212; Laki-laki hilang perwira/kejantanan<br />
Akeh wong lanang ora duwe bojo&#8212; Banyak laki-laki tak mau beristri.<br />
Akeh wong wadon ora setya marang bojone&#8212; Banyak perempuan ingkar pada suami.<br />
Akeh ibu padha ngedol anake&#8212; Banyak ibu menjual anak.<br />
Akeh wong wadon ngedol awake&#8212; Banyak perempuan menjual diri.<br />
Akeh wong ijol bebojo&#8212; Banyak orang tukar istri/suami.<br />
Wong wadon nunggang jaran&#8212; Perempuan menunggang kuda.<br />
Wong lanang linggih plangki&#8212; Laki-laki naik tandu.<br />
Randha seuang loro&#8212; Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).<br />
Prawan seaga lima&#8212; Lima perawan lima picis.<br />
Dhudha pincang laku sembilan uang&#8212; Duda pincang laku sembilan uang.<br />
Akeh wong ngedol ngelmu&#8212; Banyak orang berdagang ilmu.<br />
Akeh wong ngaku-aku&#8212; Banyak orang mengaku diri.<br />
Njabane putih njerone dhadhu&#8212; Di luar putih di dalam jingga.<br />
Ngakune suci, nanging sucine palsu&#8212; Mengaku suci, tapi palsu belaka.<br />
Akeh bujuk akeh lojo&#8212; Banyak tipu banyak muslihat.<br />
Akeh udan salah mangsa&#8212; Banyak hujan salah musim.<br />
Akeh prawan tuwa&#8212; Banyak perawan tua.<br />
Akeh randha nglairake anak&#8212; Banyak janda melahirkan bayi.<br />
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne&#8212; Banyak anak lahir mencari bapaknya.<br />
Agama akeh sing nantang&#8212; Agama banyak ditentang.<br />
Prikamanungsan saya ilang&#8212; Perikemanusiaan semakin hilang.<br />
Omah suci dibenci&#8212; Rumah suci dijauhi.<br />
Omah ala saya dipuja&#8212; Rumah maksiat makin dipuja.<br />
Wong wadon lacur ing ngendi-endi&#8212; Perempuan lacur dimana-mana.<br />
Akeh laknat&#8212; Banyak kutukan<br />
Akeh pengkianat&#8212; Banyak pengkhianat.<br />
Anak mangan bapak&#8212;Anak makan bapak.<br />
Sedulur mangan sedulur&#8212;Saudara makan saudara.<br />
Kanca dadi mungsuh&#8212;Kawan menjadi lawan.<br />
Guru disatru&#8212;Guru dimusuhi.<br />
Tangga padha curiga&#8212;Tetangga saling curiga.<br />
Kana-kene saya angkara murka &#8212; Angkara murka semakin menjadi-jadi.<br />
Sing weruh kebubuhan&#8212;Barangsiapa tahu terkena beban.<br />
Sing ora weruh ketutuh&#8212;Sedang yang tak tahu disalahkan.<br />
Besuk yen ana peperangan&#8212;Kelak jika terjadi perang.<br />
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor&#8212;Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.<br />
Akeh wong becik saya sengsara&#8212; Banyak orang baik makin sengsara.<br />
Wong jahat saya seneng&#8212; Sedang yang jahat makin bahagia.<br />
Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul&#8212; Ketika itu burung gagak dibilang bangau.<br />
Wong salah dianggep bener&#8212;Orang salah dipandang benar.<br />
Pengkhianat nikmat&#8212;Pengkhianat nikmat.<br />
Durjana saya sempurna&#8212; Durjana semakin sempurna.<br />
Wong jahat munggah pangkat&#8212; Orang jahat naik pangkat.<br />
Wong lugu kebelenggu&#8212; Orang yang lugu dibelenggu.<br />
Wong mulya dikunjara&#8212; Orang yang mulia dipenjara.<br />
Sing curang garang&#8212; Yang curang berkuasa.<br />
Sing jujur kojur&#8212; Yang jujur sengsara.<br />
Pedagang akeh sing keplarang&#8212; Pedagang banyak yang tenggelam.<br />
Wong main akeh sing ndadi&#8212;Penjudi banyak merajalela.<br />
Akeh barang haram&#8212;Banyak barang haram.<br />
Akeh anak haram&#8212;Banyak anak haram.<br />
Wong wadon nglamar wong lanang&#8212;Perempuan melamar laki-laki.<br />
Wong lanang ngasorake drajate dhewe&#8212;Laki-laki memperhina derajat sendiri.<br />
Akeh barang-barang mlebu luang&#8212;Banyak barang terbuang-buang.<br />
Akeh wong kaliren lan wuda&#8212;Banyak orang lapar dan telanjang.<br />
Wong tuku ngglenik sing dodol&#8212;Pembeli membujuk penjual.<br />
Sing dodol akal okol&#8212;Si penjual bermain siasat.<br />
Wong golek pangan kaya gabah diinteri&#8212;Mencari rizki ibarat gabah ditampi.<br />
Sing kebat kliwat&#8212;Yang tangkas lepas.<br />
Sing telah sambat&#8212;Yang terlanjur menggerutu.<br />
Sing gedhe kesasar&#8212;Yang besar tersasar.<br />
Sing cilik kepleset&#8212;Yang kecil terpeleset.<br />
Sing anggak ketunggak&#8212;Yang congkak terbentur.<br />
Sing wedi mati&#8212;Yang takut mati.<br />
Sing nekat mbrekat&#8212;Yang nekat mendapat berkat.<br />
Sing jerih ketindhih&#8212;Yang hati kecil tertindih<br />
Sing ngawur makmur&#8212;Yang ngawur makmur<br />
Sing ngati-ati ngrintih&#8212;Yang berhati-hati merintih.<br />
Sing ngedan keduman&#8212;Yang main gila menerima bagian.<br />
Sing waras nggagas&#8212;Yang sehat pikiran berpikir.<br />
Wong tani ditaleni&#8212;Orang (yang) bertani diikat.<br />
Wong dora ura-ura&#8212;Orang (yang) bohong berdendang.<br />
Ratu ora netepi janji, musna panguwasane&#8212;Raja ingkar janji, hilang wibawanya.<br />
Bupati dadi rakyat&#8212;Pegawai tinggi menjadi rakyat.<br />
Wong cilik dadi priyayi&#8212;Rakyat kecil jadi priyayi.<br />
Sing mendele dadi gedhe&#8212;Yang curang jadi besar.<br />
Sing jujur kojur&#8212;Yang jujur celaka.<br />
Akeh omah ing ndhuwur jaran&#8212;Banyak rumah di punggung kuda.<br />
Wong mangan wong&#8212;Orang makan sesamanya.<br />
Anak lali bapak&#8212;Anak lupa bapa.<br />
Wong tuwa lali tuwane&#8212;Orang tua lupa ketuaan mereka.<br />
Pedagang adol barang saya laris&#8212;Jualan pedagang semakin laris.<br />
Bandhane saya ludhes&#8212;Namun harta mereka makin habis.<br />
Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan&#8212;Banyak orang mati lapar di samping makanan.<br />
Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara&#8212;Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.<br />
Sing edan bisa dandan&#8212;Yang gila bisa bersolek.<br />
Sing bengkong bisa nggalang gedhong&#8212;Si bengkok membangun mahligai.<br />
Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil&#8212;Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.<br />
Ana peperangan ing njero&#8212;Terjadi perang di dalam.<br />
Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham&#8212;Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.<br />
Durjana saya ngambra-ambra&#8212;Kejahatan makin merajalela.<br />
Penjahat saya tambah&#8212;Penjahat makin banyak.<br />
Wong apik saya sengsara&#8212;Yang baik makin sengsara.<br />
Akeh wong mati jalaran saka peperangan&#8212;Banyak orang mati karena perang.<br />
Kebingungan lan kobongan&#8212;Karena bingung dan kebakaran.<br />
Wong bener saya thenger-thenger&#8212;Si benar makin tertegun.<br />
Wong salah saya bungah-bungah&#8212;Si salah makin sorak sorai.<br />
Akeh bandha musna ora karuan lungane&#8212;Banyak harta hilang entah ke mana<br />
Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe&#8212;Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.<br />
Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram&#8212;Banyak barang haram, banyak anak haram.<br />
Bejane sing lali, bejane sing eling&#8212;Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.<br />
Nanging sauntung-untunge sing lali&#8212;Tapi betapapun beruntung si lupa.<br />
Isih untung sing waspada&#8212;Masih lebih beruntung si waspada.<br />
Angkara murka saya ndadi&#8212;Angkara murka semakin menjadi.<br />
Kana-kene saya bingung&#8212;Di sana-sini makin bingung.<br />
Pedagang akeh alangane&#8212;Pedagang banyak rintangan.<br />
Akeh buruh nantang juragan&#8212;Banyak buruh melawan majikan.<br />
Juragan dadi umpan&#8212;Majikan menjadi umpan.<br />
Sing suwarane seru oleh pengaruh&#8212;Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.<br />
Wong pinter diingar-ingar&#8212;Si pandai direcoki.<br />
Wong ala diuja&#8212;Si jahat dimanjakan.<br />
Wong ngerti mangan ati&#8212;Orang yang mengerti makan hati.<br />
Bandha dadi memala&#8212;Hartabenda menjadi penyakit<br />
Pangkat dadi pemikat&#8212;Pangkat menjadi pemukau.<br />
Sing sawenang-wenang rumangsa menang &#8212; Yang sewenang-wenang merasa menang<br />
Sing ngalah rumangsa kabeh salah&#8212;Yang mengalah merasa serba salah.<br />
Ana Bupati saka wong sing asor imane&#8212;Ada raja berasal orang beriman rendah.<br />
Patihe kepala judhi&#8212;Maha menterinya benggol judi.<br />
Wong sing atine suci dibenci&#8212;Yang berhati suci dibenci.<br />
Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat&#8212;Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.<br />
Pemerasan saya ndadra&#8212;Pemerasan merajalela.<br />
Maling lungguh wetenge mblenduk &#8212; Pencuri duduk berperut gendut.<br />
Pitik angrem saduwure pikulan&#8212;Ayam mengeram di atas pikulan.<br />
Maling wani nantang sing duwe omah&#8212;Pencuri menantang si empunya rumah.<br />
Begal pada ndhugal&#8212;Penyamun semakin kurang ajar.<br />
Rampok padha keplok-keplok&#8212;Perampok semua bersorak-sorai.<br />
Wong momong mitenah sing diemong&#8212;Si pengasuh memfitnah yang diasuh<br />
Wong jaga nyolong sing dijaga&#8212;Si penjaga mencuri yang dijaga.<br />
Wong njamin njaluk dijamin&#8212;Si penjamin minta dijamin.<br />
Akeh wong mendem donga&#8212;Banyak orang mabuk doa.<br />
Kana-kene rebutan unggul&#8212;Di mana-mana berebut menang.<br />
Angkara murka ngombro-ombro&#8212;Angkara murka menjadi-jadi.<br />
Agama ditantang&#8212;Agama ditantang.<br />
Akeh wong angkara murka&#8212;Banyak orang angkara murka.<br />
Nggedhekake duraka&#8212;Membesar-besarkan durhaka.<br />
Ukum agama dilanggar&#8212;Hukum agama dilanggar.<br />
Prikamanungsan di-iles-iles&#8212;Perikemanusiaan diinjak-injak.<br />
Kasusilan ditinggal&#8212;Tata susila diabaikan.<br />
Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi&#8212;Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.<br />
Wong cilik akeh sing kepencil&#8212;Rakyat kecil banyak tersingkir.<br />
Amarga dadi korbane si jahat sing jajil&#8212;Karena menjadi kurban si jahat si laknat.<br />
Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit&#8212;Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.<br />
Lan duwe prajurit&#8212;Dan punya prajurit.<br />
Negarane ambane saprawolon&#8212;Lebar negeri seperdelapan dunia.<br />
Tukang mangan suap saya ndadra&#8212;Pemakan suap semakin merajalela.<br />
Wong jahat ditampa&#8212;Orang jahat diterima.<br />
Wong suci dibenci&#8212;Orang suci dibenci.<br />
Timah dianggep perak&#8212;Timah dianggap perak.<br />
Emas diarani tembaga&#8212;Emas dibilang tembaga<br />
Dandang dikandakake kuntul&#8212;Gagak disebut bangau.<br />
Wong dosa sentosa&#8212;Orang berdosa sentosa.<br />
Wong cilik disalahake&#8212;Rakyat jelata dipersalahkan.<br />
Wong nganggur kesungkur&#8212;Si penganggur tersungkur.<br />
Wong sregep krungkep&#8212;Si tekun terjerembab.<br />
Wong nyengit kesengit&#8212;Orang busuk hati dibenci.<br />
Buruh mangluh&#8212;Buruh menangis.<br />
Wong sugih krasa wedi&#8212;Orang kaya ketakutan.<br />
Wong wedi dadi priyayi&#8212;Orang takut jadi priyayi.<br />
Senenge wong jahat&#8212;Berbahagialah si jahat.<br />
Susahe wong cilik&#8212;Bersusahlah rakyat kecil.<br />
Akeh wong dakwa dinakwa&#8212;Banyak orang saling tuduh.<br />
Tindake manungsa saya kuciwa&#8212;Ulah manusia semakin tercela.<br />
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi&#8212;Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.<br />
Wong Jawa kari separo&#8212;Orang Jawa tinggal setengah.<br />
Landa-Cina kari sejodho &#8212; Belanda-Cina tinggal sepasang.<br />
Akeh wong ijir, akeh wong cethil&#8212;Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.<br />
Sing eman ora keduman&#8212;Si hemat tidak mendapat bagian.<br />
Sing keduman ora eman&#8212;Yang mendapat bagian tidak berhemat.<br />
Akeh wong mbambung&#8212;Banyak orang berulah dungu.<br />
Akeh wong limbung&#8212;Banyak orang limbung.<br />
Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka&#8212;Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=262</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Viagra</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=261</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=261#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 10:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Pada masa awalnya viagra bukanlah digunakan sebagai obat kuat pria. Kemunculan Viagra memiliki sejarah unik. Semula oleh bagian riset Pfizer pil ini dirancang untuk mengobati gangguan tekanan darah tinggi dan angina. Dalam percobaannya atas sejumlah orang, pil ini menghasilkan efek yang luar biasa. Anehnya, mereka yang dipilih untuk menjalani percobaan, kebanyakan tidak mengembalikan pil sisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/04/posisi2-150x150.jpg" alt="posisi2" title="posisi2" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-260" />Pada masa awalnya viagra bukanlah digunakan sebagai obat kuat pria. Kemunculan Viagra memiliki sejarah unik. Semula oleh bagian riset Pfizer pil ini dirancang untuk mengobati gangguan tekanan darah tinggi dan angina. Dalam percobaannya atas sejumlah orang, pil ini menghasilkan efek yang luar biasa. Anehnya, mereka yang dipilih untuk menjalani percobaan, kebanyakan tidak mengembalikan pil sisa sampel. Para ahli riset Pfizer menduga pasti ada apa-apanya. Benarlah, rupanya pil ini punya fungsi lain yang lebih menarik yaitu sebagai obat kuat pria.</p>
<p>Bagaimana pil ini bekerja? Secara alamiah, ketika terjadi ejakulasi, tubuh pria akan mengeluarkan enzim yang bertugas menghambat guanosine monophosphate (GMP). Fungsi GMP ini adalah untuk mengendurkan otot penis seperti sedia kala. Viagra atau obat kuat pria yang mengandung bahan aktif sildenafil berfungsi untuk mempertahankan GMP agar tidak dihambat oleh enzim tadi.</p>
<p>Nah, bahan aktif sildenafil tadi akan mengambil alih fungsi enzim yaitu agar otot di jaringan penis mengalami relaksasi yang memungkinkan darah tetap mengalir lancar ke corpus cavernosum sehingga penis pun akan cukup lama berada dalam kondisi tegang selama berlangsungnya coitus.</p>
<p>Dalam percobaannya atas 3.700 orang (550 di antaranya diujicoba lebih dari setahun) usia 19 -87 tahun dengan tingkat impotensi beragam, keberhasilan manfaatnya cukup signifikan, sekitar 60% - 80%.</p>
<p>Menurut aturan pakai, Viagra atau obat kuat pria sebaiknya diminum sejam sebelum berhubungan intim. Akan bekerja secara efektif selama paling lama 4 jam. Meski demikian si pemakai tetap harus memperoleh rangsangan seksual untuk menimbulkan ereksi sebelum obat tersebut bereaksi. Jangan berpikiran bahwa setelah minum pil ini keperkasaan Anda langsung bangkit. Sebenarnya, Viagra atau obat kuat pria ini adalah semacam erection-enchancer.</p>
<p>“Ia akan membantu agar tercapai ereksi normal, meski tidak menyamai pria yang sehat secara seksual. Viagra atau obat kuat pria tak akan mengubah atau meningkatkan libido dan nafsu seksual pria normal. Dengan kata lain ini bukan obat kuat atau aprodisiak bagi pria normal,” ujar Dr. Harin Padma-Nathan, direktur Male Clinic di Santa Monika salah seorang peneliti Viagra.</p>
<p>Pzifer sendiripun mengakui, Viagra atau obat kuat pria akan menimbulkan akibat samping berupa kepala pusing, penglihatan kabur, dan sakit perut. Pemakaian dosis banyak akan mengakibatkan si pemakai tak mampu membedakan warna hijau dengan biru. Karena Viagra tidak membuat orang menjadi ereksi melainkan hanya untuk mempermudah ereksi, maka jangan sekali-kali menyuntikkan pil ini. Akibatnya sangat berbahaya. Bisa membuat pemakai mengalami priapism, dimana pria tersebut justru tak mampu menghentikan ereksinya.</p>
<p>“Seperti diketahui, proses ereksi terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah di penis. Nah, Viagra bekerja melebarkan pembuluh darah di penis tersebut. Namun barangkali, terjadi pula pelebaran pembuluh darah di bagian tubuh yang lain. Itulah yang menimbulkan efek samping,” jelas Dr. Akmal Taher.</p>
<p>“Kalau dikonsumsi bersama obat yang mengandung nitrat, seperti obat penyakit jantung, bisa berisiko kematian karena obat itu memberi efek potensiasi, saling menguatkan. Jadi pelebaran pembuluh darahnya justru akan sedemikian hebat,” tambah Taher.</p>
<p>Salah satu dari sekian dampak yang diakibatkan oleh kemunculan pil baru warna biru bernama Viagra, adalah kematian bagi para penderita jantung dan diabetes.</p>
<p>Gangguan jantung dan diabetes</p>
<p>Selasa 9 Juni 1998, Lembaga Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) AS melaporkan, 16 orang meninggal setelah mengkonsumsi pil Viagra. Bahkan menurut laporan Wall Street Journal Senin 29 Juni 1998, jumlah itu bertambah menjadi 30 orang. Korban tertua berumur 80 tahun sedangkan yang paling muda umur 48 tahun.</p>
<p>Tak semua bisa diidentifikasi penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui sebagian besar korban sedang menjalani pengobatan penyakit jantung, diabetes, dan komplikasi beberapa penyakit lain. Sisanya tak diketahui sejarah penyakit dan pengobatan yang dijalani sebelumnya.</p>
<p>Korban yang menderita gangguan jantung ada 6 orang. Dua di antaranya sedang menjalani terapi dengan hytrin. Yang satu mengidap tekanan darah tinggi dan stroke pada bagian yang menghubungkan otak depan dengan tengah. Sementara yang lain menderita gangguan denyut jantung tak teratur yang kronis serta pembesaran prostat. Sebelum meninggal, kedua kakek ini sempat pingsan di tengah aktivitas seksualnya.</p>
<p>Dua lainnya terserang nyeri dada namun tak bisa diselamatkan menyusul gagalnya terapi resusitasi, serta pemberian obat nitroglyserin. Dua korban lain sebelumnya minum obat penurun tekanan darah dan aspirin. Satu setengah jam setelah minum Viagra, mendadak sesak nafas, wajah mereka pucat, dan akhirnya meninggal.</p>
<p>Enam korban diketahui mengidap penyakit diabetes. Salah satunya yang juga memiliki kelainan paru-paru, meninggal setengah sampai satu jam setelah menegak Viagra. Padahal ia belum melakukan hubungan seksual.</p>
<p>Penyebab kematian salah seorang di antaranya adalah detak jantung tak teratur dan aliran darah dari jantungnya tersumbat. Ia meninggal setelah melakukan hubungan seksual. Korban yang lain meninggal di pagi hari setelah malam sebelumnya menegak Viagara. Tak dilaporkan apakah ia sudah berhubungan seks atau belum. Yang jelas kematiannya disebabkan karena cardiopulmonary arrest.</p>
<p>Sementara itu ada korban yang setelah minum Viagra lalu terserang nyeri dada selagi berhubungan seks. Ia lalu diberi obat nitrogliserin dalam ambulan ke rumah sakit. Nyawanya tak tertolong. Korban selanjutnya, sedang dalam tetapi insulin, tewas tak lama setelah minum Viagra. Empat korban lainnya yang meninggal tidak diketahui pasti riwayat penyakit yang diderita sebelum minum Viagra, serta jenis pengobatan apa yang mereka kosumsi.</p>
<p>Kalau anada tetap berencana untuk mengkonsumsi obat kuat pria atau viagra, sebaiknya lebih berhati-hati agar tidak melebihi dosis yang di anjurkan.<br />
*dari berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=261</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Eh &#8230; Ternyata Hari Ini Aku Ulang Tahun &#8230; Horeee!</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=259</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=259#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 10:59:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Terima kasih buat teman-teman di facebook yang sudah mengucapkan selamat ulang tahun. Rasanya itu sangat cukup buatku. I Love You All My Friends ^_^
Yudi HS
26 Maret 2010 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih buat teman-teman di facebook yang sudah mengucapkan selamat ulang tahun. Rasanya itu sangat cukup buatku. I Love You All My Friends ^_^</p>
<p>Yudi HS<br />
26 Maret 2010 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=259</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Restoran Pringjajar</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=256</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=256#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 03:32:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, saya mengemudi mobil dalam perjalanan rute Semarang-Brebes melewati kota-kota seperti Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal dan tujuan akhir Brebes. Ditengah perjalanan ada yang menarik perhatian saya, yaitu papan penunjuk arah dipinggir jalan bertuliskan &#8220;(Nama menu-persisnya saya lupa) 48 km lagi Restoran Taman Pring Jajar&#8221;. Saya berpikir &#8230; &#8220;masih jauh tempatnya tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-255" title="restoran-taman-pringjajar-tampak-depan" src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/01/restoran-taman-pringjajar-tampak-depan-150x150.jpg" alt="restoran-taman-pringjajar-tampak-depan" width="150" height="150" />Beberapa waktu yang lalu, saya mengemudi mobil dalam perjalanan rute Semarang-Brebes melewati kota-kota seperti Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal dan tujuan akhir Brebes. Ditengah perjalanan ada yang menarik perhatian saya, yaitu papan penunjuk arah dipinggir jalan bertuliskan &#8220;(Nama menu-persisnya saya lupa) 48 km lagi Restoran Taman Pring Jajar&#8221;. Saya berpikir &#8230; &#8220;masih jauh tempatnya tapi papan namanya sudah ada&#8221;. Mobil terus saya jalankan tanpa ada pikiran ingin singgah. Beberapa kilometer kemudian ada papan penunjuk lagi &#8220;(nama menu juga tapi beda dengan sebelumnya) 45 km lagi restoran taman pringjajar&#8221;. Wah, rasanya baru tadi ada penunjuk arah, sekarang ada lagi.</p>
<p>Dan ternyata, sepanjang perjalanan tersebut ada banyak penunjuk arah &#8220;Restoran Taman Pringjajar&#8221; dengan tulisan MENU dan KM -nya. Sampai di 5 km lagi, saya jadi penasaran karena pas waktu perut lagi lapar. Dan mendekati restoran, papan penunjuk semakin akrab dan lebih banyak.</p>
<p>Akhirnya, saya singgah dan sambutan pertama oleh tukang parkir mengarahkan mobil yang saya kendarai ke tempat yang nyaman. Saya masuk dan memilih tempat lesehan karena saya berpikir sambil menyelonjorkan kaki dan anak-anak memang suka lesehan. Kemudian dengan senyuman yang ramah, pramusaji menawarkan menu makanan. Dan sembari memilih makanan saya dikagetkan oleh pramusaji yang mendekati anak saya kemudian memberikan balon berbentuk pedang-pedangan sesuai warna baju anak saya. Anak saya yang paling kecil memakai kaos warna hijau dan dia diberi balon pedang warna hijau. Sedang yang sulung, karena memakai kaos warna putih, dia diberi balon pedang warna putih. GRATIS! Anak-anak langsung bermain dengan senangnya.</p>
<p>Setelah selesai memilih menu,pramusaji menanyaka apakah ada anggota keluarga yang berulang tahun bulan ini. Saya jawab , bulan januari tidak ada. Yang ada bulan Maret. Pramusaji tersenyum saja. Tetapi pelanggan di sebelah saya ada yang berulang tahun.</p>
<p>Ternyata kemudian dia diberi kue ultah plus lilinnya diiringi lagu ulang tahun yang dibawakan oleh seluruh pramusaji restoran. Suasana jadi sangat meriah dan saya agak terkejut juga dengan layanan yang &#8216;tidak biasa&#8217; ini. Dan tidak cuma itu, di restoran ini ada fasilitas pertunjukkan SULAP GRATIS dan Pijat Elektrik.</p>
<p>Terus terang saya puas, selain makanannya memang enak harganya pun tidak terlalu mahal. Lagipula pelayanannya benar-benar diluar dugaan dan sangat memuaskan. Saya belajar banyak dari perjalanan ini. Bagaimana marketing sebuah restoran mengarahkan konsumen yang tadinya tidak ingin singgah menjadi singgah. Kemudian ketika singgah pun bisa membuat teringat layanan yang memuaskan. Luar biasa!</p>
<p>Salam</p>
<p>NB : selengkapnya lihat saja di situsnya http://pringjajar.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=256</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>2010 Milik Siapa?</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=254</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=254#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 02:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[ Saya tertarik dengan status yang ditulis seorang pakar di akun facebooknya dimana dia mengatakan, &#8220;masa depan semakin sulit diprediksi, tantangan bisnis bukan memprediksi secara tepat tapi mampu beradaptasi secara cepat&#8221;. Kalau direnungkan, kata-kata tersebut ada benarnya juga mengingat berbagai kejadian yang terjadi sepanjang tahun 2009 kemarin sudah menunjukkan ke arah unpredictable situation terutama terkait [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2010/01/bingung-150x150.jpg" alt="bingung" title="bingung" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-253" /> Saya tertarik dengan status yang ditulis seorang pakar di akun facebooknya dimana dia mengatakan, &#8220;masa depan semakin sulit diprediksi, tantangan bisnis bukan memprediksi secara tepat tapi mampu beradaptasi secara cepat&#8221;. Kalau direnungkan, kata-kata tersebut ada benarnya juga mengingat berbagai kejadian yang terjadi sepanjang tahun 2009 kemarin sudah menunjukkan ke arah unpredictable situation terutama terkait ruang lingkup bisnis.</p>
<p>Tahun 2010 akan semakin memperjelas efek dari multirelationship grup-grup social media, baik itu facebook, twitter dan pasti akan muncul hal yang baru lagi menghantam perkembangan teknologi informasi yang ada.<br />
Jika memang 2010 itu dominan terhadap hal-hal yang unpredictable dan adaptasi merupakan solusinya , maka bisnis akan menjadi milik orang-orang &#8216;IT&#8217;. Perusahaan-perusahaan yang komitmen mengembangkan IT di tahun 2010 akan mampu bertahan dalam kondisi yang unpredictable ini.<br />
Dalam sudut pandang masyarakat, kemampuan meng-konsumsi barang dan menggunakan jasa layanan yang ada akan mengalami perubahan orientasi. Orang tidak lagi memikirkan urutan-urutan teori motivasi pemenuhan kebutuhan Maslow, tetapi 2010 adalah eranya apa yang dimaui mesti terwujud. Consumer insight menjadi survey yang mesti dimiliki oleh setiap pebisnis.</p>
<p>2010 tahunnya Hukum Rimba berlaku. Siap Kuat Dia Menang.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=254</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Bunuh Diri itu Kekerasan yang Menular&#8221;</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=252</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=252#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 02:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[ Ya. Violence is Contagious. Kekerasan itu Menular! Kejadian bunuh diri dari ketinggian di Jakarta semakin marak dan sering terjadi. Psikolog Universitas Indonesia (UI) Suhati Kurniawati mengatakan, bunuh diri dengan terjun bebas dari ketinggian yang semakin marak merupakan contagious violence (kekerasan yang menular).  Melihat beberapa kasus bunuh diri dari ketinggian di Jakarta dalam dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2009/12/depression_223191-150x150.jpg" alt="depression_223191" title="depression_223191" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-251" /> Ya. Violence is Contagious. Kekerasan itu Menular! Kejadian bunuh diri dari ketinggian di Jakarta semakin marak dan sering terjadi. Psikolog Universitas Indonesia (UI) Suhati Kurniawati mengatakan, bunuh diri dengan terjun bebas dari ketinggian yang semakin marak merupakan contagious violence (kekerasan yang menular).  Melihat beberapa kasus bunuh diri dari ketinggian di Jakarta dalam dua bulan terakhir, besar kemungkinan para pelakunya memiliki latar belakang yang sama, yakni mengalami depresi berat ataupun putus asa. Disisi lain, kata Suhati, media massa &#8220;menularkan dan memberi contoh cara bunuh diri.&#8221; Media mempunyai peran. Media mengilhami orang-orang yang depresi berat dan putus asa untuk melakukan hal yang sama,&#8221;ujarnya.</p>
<p>Menurut Suhati, orang yang mendapatkan tekanan hidup luar biasa, hingga depresi berat dan putus asa, cenderung melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri. &#8220;Nah, ide untuk bunuh diri dengan cara simpel dan mudah, timbul saat dia melihat di media ada orang yang melakukannya dengan terjun bebas dari ketinggian,&#8221;katanya. (Warta Kota, 16 Desember 2009)</p>
<p>Menurut saya, media tidak bisa disalahkan begitu saja karena permasalahan hidup di jaman sekarang memang sudah begitu berat. Ada sebuah sebuah situs yang mengajak untuk &#8216;menjauhkan&#8217; diri dari kemungkinan bunuh diri dengan cara mencurahkan segala ganjalan. Berikut cuplikan beberapa &#8216;curhat&#8217; yang ada :</p>
<p>&#8220;dari xxx @ Sabtu, 17 Oktober 2009 | 16:10 WIB : bolehkah saya &#8220;mengundurkan diri&#8221; dari kehidupan ini, karena saya<br />
sudah tidak bisa menahan himpitan beban hidup. saya sepertinya disleksia (kalau dalam maslah belajar) dalam menjalani hidup ini. saya tidak tahan denganarus kehidupan ini, semakin lama semakin kepikiran untuk melakukan hal itu&#8221;</p>
<p>&#8220;dari yyyy @ Sabtu, 14 November 2009 | 12:22 WIB : pacarku mau bunuh diri, hanya karena hubungan kami nggak direstui sama ortunya. dia kelas 2 sma(17th), chinnese, putih, high-end teen, cakep biar agak ndud sepertinya punya segalanya dalam hidup. sementara aku sendiri, feya, semester 5 politik univ negeri terkenal di sby(18 th), afro indonesia, berkulit mocha, middle end teen, kurus (banget, kaya model luar negeri yang kebanyakan bulimia tuh) -tapi aku kurus emang dari sononya-, harus bekerja sambil kuliah untuk bisa hidup lebih baik (at least gak njeglek banget lah kalo sama dia). orang taunya gak setuju dia jalan sama aku. ada 1 orang yang dukung aku, cie2nya dia. orang tuanya tinggal di ponorogo, sementara aku dimas n cie2nya di sby. setiap kali orang tuanya datang dan m,ulai meng-intimidasi dia, dia selalu berpikir dan bicara (dengan nada mengancam) padaku untuk jangan menyalahkan dia kalo misal dipaksa, dia akan bunuh diri. aku harus apa? aku gak bisa jaga dia 24 jam sehari. apalagi kalau misalnya dia jadi dipaksa pulang ponorogo. keinginannya untuk bunuh diri akan semakin besar karena gak bisa ketemu aku. aku juga akan susah untuk cegah dia lakukan itu. apa aku harus bicara dengan cie2nya? tapi kalo aku bicara, apa dia gak marah sama aku? aku bingung harus apa. aku akan lebih lega kalo akhirnya dia sama orang lain atau ternyata dia hanya mengancam. aku takut dia bener2 nekat bunuh diri&#8230;. aku bingung harus apa&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;dari rrrrr @ Sabtu, 21 November 2009 | 13:52 WIB : feel very hurt&#8230;kenapa pengerobanan dan cintaku di sia-siakan oleh lelaki yang ku panggil suami&#8230;aku sangka dia benar-benar menyintai ku semasa kami mengambil keputusan untuk bersama 9 bulan lepas&#8230;setelah pernah gagal dalam rumahtangga sebelum ini, aku sangat malu untuk gagal rumahtangga buat kali kedua&#8230;aku tidak berdaya untuk menghadapi hidup dan masyarakat&#8230;kematian adalah jalan penyelesaian terbaik buatku&#8230;walaupun begitu aku tetap berharap Tuhan memberi jalan penyelesaian untuk rumahtanga kami&#8230;aku tidak mahu gagal lagi, kalau gagal bermakna ianya KEMATIAN&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;dari mmmmm @ Rabu, 25 November 2009 | 19:22 WIB : Gw sering terpikir untuk bunuh diri&#8230;merasa dunia ngga adil.. Kesulitan demi kesulitan datang silih berganti. Berawal dari suami yang kurang perhatian, jarang pulang ke rumah, ngga pernah ada komunikasi,dia kemana-kemana, dia seolah-olah hidup dengan dunianya sendiri. Sementara gw dengan dua anak yang masih kecil-kecil sedang hamil pula&#8230;. pembantu berhenti, merasa seakan-akan semua kesulitan, urusan anak, rumah tangga harus mikir sendiri sementara suami dengan santainya pulang seenaknya, kadang tengah malam, kadang subuh, kadang ga pulang. Anak-anak berantem&#8230;pusiiing pengen bunuh diri&#8230;. ngerasa rumah tangga ini hampa, tidak ada kebersamaan, tidak terjalinnya hubungan suami istri&#8230;gw putus asa&#8230; Mau cerai takut&#8230; karena jujur gw masih sangat mencintai suami gw..tp ngga sanggup ngelalanin kehidupan seperti sekarang ini. Secara fisik dan mental gw capee&#8230;&#8230;&#8221;</p>
<p>dan masih banyak lagi &#8230;.. <img src='http://blog.yudihardis.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
Pelaku bunuh diri biasanya orang yang KESEPIAN, tidak bisa mengungkapkan dan melampiaskan masalahnya. Tembok besar seolah-olah menghadangnya.  Tidak ada solusi dan merasa gagal.</p>
<p>Bagaimana mencegah dan menghindari semua ini?</p>
<p>MARI BERBAGI !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=252</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ikatan Apoteker Indonesia : Antara Harapan dan Realita</title>
		<link>http://blog.yudihardis.com/?p=250</link>
		<comments>http://blog.yudihardis.com/?p=250#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 14:12:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yhs</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.yudihardis.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[ Malam ini, tiba-tiba saya ingin sekali menulis tentang &#8220;Apoteker&#8221;. Sebuah &#8216;profesi&#8217; yang dahulu diwadahi oleh suatu organisasi yang bernama Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia(ISFI) dan mulai 9 Desember 2009 pukul 00.09 wib membentuk organisasi dengan nama baru yaitu &#8216;Ikatan Apoteker Indonesia&#8217;.
Tentu bukan hanya sekedar pergantian atau perubahan nama saja, tetapi barangkali ada harapan-harapan yang mendasari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://blog.yudihardis.com/wp-content/uploads/2009/12/logoiai-150x150.jpg" alt="logoiai" title="logoiai" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-249" /> Malam ini, tiba-tiba saya ingin sekali menulis tentang &#8220;Apoteker&#8221;. Sebuah &#8216;profesi&#8217; yang dahulu diwadahi oleh suatu organisasi yang bernama Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia(ISFI) dan mulai 9 Desember 2009 pukul 00.09 wib membentuk organisasi dengan nama baru yaitu &#8216;Ikatan Apoteker Indonesia&#8217;.</p>
<p>Tentu bukan hanya sekedar pergantian atau perubahan nama saja, tetapi barangkali ada harapan-harapan yang mendasari terbentuknya organisasi &#8216;baru&#8217; ini. Barangkali para peserta Kongres ISFI di Jakarta tanggal 7 - 9 Desember 2009 sudah merencanakan sekian lama nama ini dan isunya sih &#8230; pergantian nama ini tidak semulus jalan tol karena beberapa anggota ISFI punya pandangan yang berbeda. </p>
<p>Sejak terbentuknya Ikatan Apoteker Indonesia ini &#8230; beberapa anggota yang bukan Apoteker tentu harus mulai keluar, misalnya para Sarjana S1 Farmasi Non Apoteker atau Bahkan para Master,Doktor, Profesor sekalipun Non Apoteker. Resiko seperti ini mesti diterima dan merupakan konsekuensi yang ada.</p>
<p>Berdasarkan realita di masyarakat, pembentukan IAI ini diharapkan bisa lebih fokus meningkatkan kredibilitas profesi Apoteker, yang menurut saya, masih dipandang sebelah mata. Mengingat masa-masa &#8216;penguatan&#8217; ini, seyogyanya IAI mesti memperkuat kekompakan anggota-anggota dan bukan malah mempersulit anggotanya. Semua harus sadar, terutama yang bakal jadi pengurusnya untuk penting MELINDUNGI anggotanya, MEMBINA dengan sabar dan tekun, bukan malah MENJEGAL, MENGHAMBAT DAN MEMPERSULIT sejawatnya. Keinginan untuk memperbesar dan memperkuat organisasi profesi ini tentu bukan hanya keinginan para pengurusnya saja, tetapi merupakan HAK semua Apoteker yang ada. </p>
<p>Jujur saya katakan bahwa saya berharap IAI ini digerakkan oleh kaum muda yang punya wawasan yang luas, tidak punya kepentingan pribadi dan berkeinginan mulia memajukan para apoteker di Indonesia dan juga siap berjuang membantu Apoteker-apoteker yang kesulitan. Jika ada Apoteker yang merasa minder, dia rangkul. Jika ada Apoteker yang nakal, dia dekati untuk dinasehati dan dibina dengan bersahabat, bukan malah ditendang. Jika ada apoteker yang berbakat, dia berkenan menyalurkan potensinya. Jika ada apoteker yang memang kesulitan, dia berkenan mencari solusinya.</p>
<p>Saya &#8216;masih&#8217; seorang Apoteker. Dan tanpa perlu mendapat pengakuan dari siapapun saya akan tetap melakukan pekerjaan-pekerjaan kefarmasian sebagai seorang Apoteker walaupun misalnya, saya tidak punya Apotek nantinya, ataupun pekerjaan saya tidak berhubungan dengan kefarmasian, ataupun saya kesulitan mendapat tanda registrasi sebagai seorang Apoteker nantinya karena masalah birokrasi atau apalah. Terkadang saya ingin melepas ke-Apoteker-an ini bila melihat ada sejawat pengurus yang tidak adil memperlakukan sejawatnya atau malah menghina sejawatnya. Tapi saya masih berharap dan saya percaya Ikatan Apoteker Indonesia akan berubah menjadi lebih baik.</p>
<p>Banyak suara yang sumbang di sekitar kita dan itu wajar. Bila memang ada suara yang merdu , silakan bernyanyilah karena tentu suara yang merdu pasti akan didengar oleh masyarakat tanpa perlu berkoar-koar &#8216;Dengarlah Aku .. Dengarlah Aku!&#8221;</p>
<p>Selamat dan Sukses buat para Apoteker Indonesia. Tetap FOKUS dan SEMANGAT!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.yudihardis.com/?feed=rss2&amp;p=250</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
