Meninggalnya Harini seorang joki asal Kebumen karena tertabrak mobil ketika melakukan pekerjaan, bagi saya cukup menyentuh emosi. Terlepas dari kesamaan asal Harini dengan saya, kematian ini merupakan simbol dari ekploitasi kemiskinan dan ketidakberdayaan. Jika saja Harini tidak miskin tentu tidak akan menjadi joki di Jakarta dan jika tidak menjadi joki tentu kemungkinan kecil kematiannya tereksploitasi seperti ini. Saya selalu menganggap hal-hal ini seperti ini seperti meniupkan angin kepada arang yang hendak membara. Apabila angin ini terus ditiupkan pasti akan menjadi api yang akan bisa membakar sekelilingnya.
Kasus Harini memprihatinkan memang. Banyak segi bisa dilihat. Dari mulai pelanggaran lalu lintas, masalah sosial hingga kebijakan three in one yang sangat tidak mendidik. Entah benar atau salah pendapat ini yang jelas , ada akibat pasti ada sebab.
salam