Archive for December, 2007

LE GRAND VOYAGE

Tuesday, December 11th, 2007

Sebuah film menarik berjudul ‘Le Grand Voyage” atau Ar-Rihlatul Akbar atau Perjalanan Agung. Dibintangi oleh Nicolas Cazale, Mohamed Majd dan Jacky Nercessian. Film ini mengisahkan perjalanan seorang ayah bersama anak laki-lakinya menuju Mekkah yang penuh makna kehidupan. reda diminta menemani ayahnya untuk mengantar ke Mekkah menunaikan ibadah haji. Namun sang ayah telah berniat melakukan perjalanan ini tidak menggunakan pesawat, melainkan menggunakan mobil. Jarak yang mereka tempuh kira-kira 5000 km antara Perancis - Mekkah. Di tengah perjalanannya, Reda bertanya kepada ayahnya, “Kenapa Ayah tidak naik pesawat untuk naik haji? Lebih praktis. Si Ayah menjawab,”Saat air laut naik ke langit, rasa asinnya hilang dan murni kembali. Air laut menguap naik ke awan. Saat menguap, ia menjadi tawar.” Itulah sebabnya lebih baiknaik haji berjalan kaki daripada naik kuda. Lebih baik naik kuda daripada naik mobil. Lebih baik naik mobil daripada naik kapal laut. Lebih baik naik kapal laut daripada naik pesawat.” Ketika Ayah kecil, almarhum kakekmu berangkat naik keledai. Ayah tak pernah melupakan hari itu. Kakekmu lelaki pemberani. Tiap hari Ayah naik ke atas bukit, disana Ayah bisa lihat cakrawala. Ayah ingin jadi orang pertama yang melihatnya kembali.”

Perjalanan Ayah dan anak sejauh 5000 km ini bukanlah tanpa halangan dan tantangan. Dari Perancis menuju Italia terus ke Slovenia, Kroasia, Yugoslavia, Bulgaria, Turki, Syria, Yordania, dan akhirnya sampai ke Arab Saudi. Perjalanan ini, selain memerlukan stamina yang tangguh, juga dipenuhi berbagai macam cobaan seperti konflik internal antara ayah dan anak, kehilangan uang di tengah perjalanan, tertimbun salju dan lain sebagainya.

Namun perjalanan sesungguhnya bukanlah perjalanan sang ayah yang menunaikan ibadah haji. Perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan sang anak yang menemukan hakikat hidup selama menempuh perjalanan ini. Reda, si anak bukanlah pemuda yang spiritual dan tugas mengantar ayahnya inisemula karena terpaksa disebabkan oleh karena ayahnya tidak bisa menyetir sedangkan kakanya dicabut SIMnya. Reda masih SMU dan punya pacar sehingga sepanjang perjalanan selalu teringat kekasihnya. Selain itu, Reda sangat egois dan suka kemewahan.

Karena perjalanan inilah, Reda mendapatkan perjalanan rohani yang maha dasyhat. Dari setiap konflik dengan ayahnya, halangan dan tantangan yang secara bersama mampu dihadapi hingga sampai ke tempat tujuan. Akhirnya Reda pun harus menghadapi kenyataan Ayahnya meninggal di tanah suci.

Perjalanan Agung sang Ayah ini telah memberikan perjalanan spiritual tersendiri bagi sang Anak.

 (film ini sangat layak di tonton)

salam 

Skenario Orang Berpoligami

Thursday, December 6th, 2007

Maksud poligami disini adalah laki-laki yang beristri lebih dari satu. Istilah ‘poligami’ sekarang sudah sangat universal sehingga masalah poligami bukanlah identik dengan istilah dari agama tertentu. Lihat saja film berjudul ‘Big Family’, film Holywood ini menceritakan lelaki yang berpoligami. Kalu di Indonesia ya … film ‘ Berbagi Suami’ lah. By the way, masalah poligami masih merupakan hal yang tabu bagi sebagian besar wanita Indonesia. hal ini karena adanya ancaman psikologis atau terror opini dari luar bahwa seorang yang berpoligami pasti akan dijauhi masyarakat atau melanggar HAM, menindas perasaan kaum wanita, tidak pro perempuan, tidak adil dan lain sebagainya sehingga membuat orang berpikir 10 kali bila ingin berpoligami. Maka dari itu, seorang yang ingin berpoligami harus mengerti celah yang sebenarnya sehingga bisa berjalan lancar :) . Ambil contoh beberapa tokoh yang sudah dan yang akan berpoligami di Indonesia :
1. Sri Sultan Hamengkubuwono ke I - IX , poligami tipe sultan ini adalah poligami tipe direct acces. Langsung tanpa tawar menawar. Berlatar belakang kan budaya dan mempunyai tujuan lain selain memperbanyak keturunan. Tujuannya antara lain harga diri, kewibawaan dan konon kesaktian. Dengan kata lain, salah satu sebab poligami adalah menmbah kesaktian.
2. Bang Puspo, poligami tipe bang Puspo adalah poligami tipe share and give. Maksudnya adalah dirinya Bang Puspo yang dibagi dan diberikan kepada istri-istrinya. Hal ini mengutip perkataan Bang Puspo saat wawancara di salah satu stasiun TV bahwa tujuan dia berpoligami salah satunya membagi dan memberi. Slogan yang terkenal adalah banyak istri banyak rezeki. Problematikanya adalah Bang Puspo kurang cakap menjelaskan hal ini ke masyarakat sehingga sering timbul kesalahpahaman.
3. Doktor Abdurrahman, ilmuwan Indonesia lulusan ITB dan pakar penerbangan ini menikahi DR. Gina sebagai istri kedua. Latar belakang adalah pemahaman spiritual. Sebagai seorang cendekiawan tentu banyak alasan mereka berpoligami di saat lingkungan sekitar menentangnya. Barangkali mereka ingin menjelaskan sesuatu dengan cara yang praktis.
4. Abdullah Gymnatiar, walaupun tidak mau dipanggil ulama, guru yang satu ini sebenarnya sudah berhati-hati dalam melaksanakan poligami. Dia mulai menyebarkan rumusan-rumusan spiritual dan pemahaman agama tentang pentingnya kesalehan dalam rumah tangga, kesabaran istri dan balasan bagi istri yang salehah. Semua itu dilakukan untuk menjaga hati sesuai rumusannya. Namun demikian, kehati-hatiannya masih saja menimbulkan pro dan kontra.
5. Aman Jagau, pengusaha Martapura Kalimantan Selatan ini memang terkenal kaya, playboy dan senang bergaul. Terakhir kasus menikah lagi dengan selebriti Angel Lelga. Motivasi poligami jenis Aman Jagau memiliki aspek magis. Hampir sama dengan model sultan, namun wilayahnya lain. Selain itu memang cara pendekatannya materi.
6. Ahmad Dani, musisi yang satu ini entah sudah berpoligami atau belum, namun yang jelas dia sudah membuka wacana poligami dengan istrinya Maya Estianti. Pendekatan tipe ini sangat vulgar namun dengan sosok Dhani yang bermuka tebal terhadap apapun komentar, justru pendekatan ini sangat efektif. Walaupun begitu hal ini tidak bisa diitiru juga mengingat dampaknya akan memperburuk citra sendiri.
Dari beberapa contoh di atas, ada beberapa konklusi masalah, mengapa poligami terhalang :Pertama-opini bahwa poligami akan menyebabkan ketidakadilan dalam rumah tangga;Kedua-opini bahwa poligami akan melecehkan HAM terutama wanita. Kedua masalah di atas adalah bila sang pelaku poligami sendiri dengan istrinya tidak masalah. Jika masih ada masalah tentu selesaikan masalah intern dulu baru memberesi urusan di luar. Jika masih ada ‘nada negatif’ berarti ada yang belum beres. Untuk itu skenarionya adalah :
- bereskan masalah definisi dan pemahaman tentang poligami, mengenai apa itu poligami, tujuan, manfaat, kebaikan, keburukan dan efek-efek yang ditimbulkan.
- sosialisasikan kepada pihak terkait yang berkompeten, misal istri, ortu, mertua, keluarga. Jika anda seorang tokoh tentu harus lebih berhati-hati dalam mensosialisasikan pemahaman tentang poligami ini
- pastikan kondisi aman
- mulai aman

Skenario Menjadi Orang Top

Thursday, December 6th, 2007

Menjadi orang top di negeri ini merupakan idaman sebagian orang. Dari ratusan juta penduduk Indonesia tentu perlu persaingan untuk menjadi orang top. Yang diperlukan adalah menjadikan dirinya dikenal oleh semua orang. Untuk terkenal, apabila manuvernya biasa saja tentu tidak akan berhasil. Tentu dia harus berbeda atau menjadikan yang biasa menjadi kelihatan berbeda dan luar biasa.

Langkah pertama adalah menebarkan opini.

Opini terbukti sangat ampuh membuat orang berubah dan bahkan mampu menggerakkan orang. Jika tema opini sudah banyak beredar dan kecenderungan orang sudah memiliki idola masing-masing, maka tema yang paling pas adalah CHANGE. Buat orang merasa bersalah jika ia tidak mau berubah. Maksudnya berubah mengikuti kita. Buat seolah tema perubahan (change) ini begitu berarti dan menjadi urat nadi kehidupan kita dan merupakan jalan satu-satunya untuk sukses. Sasaran empuk dan praktis adalah para bos yang punya banyak bawahan. Jika bos sudah terpengaruh tema “change” ini, maka dengan mudah seluruh karyawan dibawahnya akan mengikuti. Apabila langkah menyebar opini ini lancar, maka segera lanjut ke langkah kedua.

Langkah kedua. Membentuk komunitas dan mengikat loyalitas

Mereka yang sudah terpengaruh oleh opini kita harus didorong men-follow up opini kita, namun tentunya dibuat seolah sebagai inisiatif mereka sendiri. Misalnya Komunitas Para Pemimpin untuk Perubahan atau Komunitas Bla bla angkatan pertama, angkatan kedua dst. Selanjutnya adalah terus menjalin link dengan mereka. Selain bisa terus mendulang uang, kita juga terus menggerakkan mereka secara tidak langsung. Mereka seolah merasa telah berubah dan berhasil serta kreatif namun sebenarnya mereka dibawah kendali kita. Buat acara-acara yang menambah mereka yakin akan kita dan posisikan diri kita sebagai penggerak/motivator/atau apapun namanya … yang penting mereka loyal dengan kita.

Langkah ketiga. Mulai berpolitik dan mengkritik status quo

Contoh langkah ketiga ini banyak ditemui disekitar kita. Misalnya SM(Menkeu) , pada saat dahulu dia sering mengkritik kebijakan keuangan status quo dan sekarang dia berhasil menjadi orang top. Klo kita , karena kita udah punya massa dengan opini kita, dengan mudah massa tersebut dapat kita gerakkan secara tidak langsung dengan aksi sosial atau apalah yang bertujuan menembus segi kekuasaan status quo. Bila sudah bisa tinggal tunggu menjadi orang TOP

namun perlu diingat, dalam hal ini yang TOP cuma satu orang. Dan apabila si penebar opini sudah TOP dia akan LUPA segalanya.