Ucapan ‘terima kasih’ seharusnya telah menjadi budaya kita sehari-hari selain kata ‘minta maaf’. Kekuatan ucapan ini memberikan pengaruh yang sangat luar biasa bagi kita. Perasaan damai mengalir dalam kekuatan ucapan terima kasih. Siapa pun yang mendengar pasti mampu menerima dengan penuh kehangatan dan merasakan persahabatan laksana saudara.
Lalu … mengapa kita mesti ber’terima kasih’?
Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan penciptaan sebaik-baiknya. Manusia juga tidak mengetahui makna sebenarnya dari setiap peristiwa apalagi kejadian di masa mendatang .. manusia tidak akan bisa menduganya. Bisa jadi kita adalah seorang ahli dalam membuat suatu perencanaan(planing) dan sanggup membuat kalkulasi/perhitungan yang sangat mendetail tidak hanya dalam satu tahun ke depan namun mungkin hingga 5 - 10 tahun mendatang. Namun kita TIDAK akan dapat mengetahui 0,000000000001 detik di hadapan kita peristiwa yang akan terjadi. Begitu juga dengan semua yang ada disekitar kita, jika kita mampu melihat dan mendengar tentu kita pasti akan selalu ber’terima kasih’.
so.. kepada siapa kita ber’terima kasih’
Terima kasih harus kita ucapkan :
- Terima kasih karena kita masih bisa membaca tulisan ini di internet, sementara jutaan orang masih belum bisa menyentuhnya
- Terima kasih karena perut kita masih bisa merasakan kenyang sementara jutaan orang belum tentu mendapatkan makanannya
- Terima kasih karena telinga kita masih menerima suara-suara kebaikan sementara jutaan orang diluar sana selalu menerima cacian dan hinaan
- Terima kasih karena mata kita diperlihatkan tanda-tanda alam yang menyadarkan kita sementara diluar sana berjuta-juta orang tak pernah merasakan indahnya alam ciptaan Tuhan
- Terima kasih karena kita masih diberi kesulitan dan kegagalan sehingga kita bisa kuat dan lebih kuat, sementara diluar sana banyak yang putus asa dengan kegagalan
- Terima kasih karena diberi kemiskinan sehingga kita bisa bersabar dan berusaha, sementara diluar sana banyak yang diberi kekayaan namun menjadi miskin hatinya
- Terima kasih karena telah diberi kesepian sehingga kita bisa merenung, bermuhasabah serta memperbaiki diri, sementara diluar sana banyak yang sibuk ditengah keramaian sehingga lupa akan keluarga, anak dan dirinya sendiri.
- Terima kasih atas segalanya.
- Terima kasih dalam segalanya.
- Terima kasih bersama segalanya.
- Terima kasih kepada-Nya.
- Terima kasih.
—-
Salam