Lagi-lagi media menyoroti kembali masalah gizi buruk yang akhir-akhir marak terjadi. Memang, realitas di lapangan sudah banyak balita yang terindikasi adanya kekurangan gizi. Sebagai contoh di Kota Parepare di Sulawesi Selatan yang konon di tahun 2008 ini akan diajukan sebagai Kota Sehat, sampai dengan akhir Maret 2008 ini saja sudah terindikasi ada 22 bocah balita yang mengalami kasus gizi buruk. Kasus yang paling akhir sendiri, disebutkan bocah bernama Ibrahim baru minum susu setelah ada bantuan dari Dinas Kesehatan Parepare.
Beberapa pengakuan dari orang tua yang terkena gizi buruk disebutkan bahwa anaknya memang puasa minum susu. “Jangankan beli susu, beli beras saja jarang. Sudah empat hari terakhir ini beras tidak ada di rumah. Saya hanya makan mie instan, itu pun saya pinjam di warung tetangga.”
Problematika gizi buruk memang suatu realita yang harus segera dipecahkan masalahnya. Dengan tegas, saya berani mengatakan : INI TUGAS PEMERINTAH!!! (Saya jadi ingat sebuah kisah Umar Bin Khattab(pemimpin) yang membawa sendiri beras kepada penduduk di wilayah pemerintahannya.)
Pada saat Presiden SBY sedang menonton Ayat-ayat Cinta bersama pejabat-pejabat dan duta besar, bocah bernama Ibrahim dan ratusan lainnya yang bernasib sama, sedang menunggu asupan gizi ke dalam tubuhnya.
Yang paling tragis dan menyedihkan adalah bila kasus gizi buruk ini dijadikan bahan untuk ‘kampanye politik” dan menyerang lawan politik. Orang-orang semacam ini saya katakan sebagai : BINATANG DAJJAL!!!
Marilah kita peringatkan pemerintah dan pemimpin kita agar komitmen kepada rakyat kecil yang benar-benar membutuhkan.
Salam,