Archive for March, 2008

Ada Apa di Balik Kasus Gizi Buruk?

Saturday, March 29th, 2008

Lagi-lagi media menyoroti kembali masalah gizi buruk yang akhir-akhir marak terjadi. Memang, realitas di lapangan sudah banyak balita yang terindikasi adanya kekurangan gizi. Sebagai contoh di Kota Parepare di Sulawesi Selatan yang konon di tahun 2008 ini akan diajukan sebagai Kota Sehat, sampai dengan akhir Maret 2008 ini saja sudah terindikasi ada 22 bocah balita yang mengalami kasus gizi buruk. Kasus yang paling akhir sendiri, disebutkan bocah bernama Ibrahim baru minum susu setelah ada bantuan dari Dinas Kesehatan Parepare.
Beberapa pengakuan dari orang tua yang terkena gizi buruk disebutkan bahwa anaknya memang puasa minum susu. “Jangankan beli susu, beli beras saja jarang. Sudah empat hari terakhir ini beras tidak ada di rumah. Saya hanya makan mie instan, itu pun saya pinjam di warung tetangga.”

Problematika gizi buruk memang suatu realita yang harus segera dipecahkan masalahnya. Dengan tegas, saya berani mengatakan : INI TUGAS PEMERINTAH!!! (Saya jadi ingat sebuah kisah Umar Bin Khattab(pemimpin) yang membawa sendiri beras kepada penduduk di wilayah pemerintahannya.)

Pada saat Presiden SBY sedang menonton Ayat-ayat Cinta bersama pejabat-pejabat dan duta besar, bocah bernama Ibrahim dan ratusan lainnya yang bernasib sama, sedang menunggu asupan gizi ke dalam tubuhnya.

Yang paling tragis dan menyedihkan adalah bila kasus gizi buruk ini dijadikan bahan untuk ‘kampanye politik” dan menyerang lawan politik. Orang-orang semacam ini saya katakan sebagai : BINATANG DAJJAL!!!

Marilah kita peringatkan pemerintah dan pemimpin kita agar komitmen kepada rakyat kecil yang benar-benar membutuhkan.

Salam,

Sifat Manusia Sempurna

Friday, March 28th, 2008

Sifat-sifat MANUSIA SEMPURNA menurut KABIR HELMINSKI :
1. PENGETAHUAN DIRI.
Tingkat pengetahuan kita terhadap diri sendiri mencakup kelemahan, keterbatasan, karakteristik, dan motivasi
2. PENGENDALIAN DIRI.
Kemampuan untuk membimbing dan mentradensikan dorongan-dorongan nafsu.
3. PENGETAHUAN YANG OBYEKTIF.
Pengetahuan yg berkesesuaian baik dengan kebutuhan praktis maupun realitas obyektif yang dapat diketahui melalui hati yg sadar dan suci.
4. PENGETAHUAN BATIN.
Kemampuan untuk mengakses bimbingan dan makna dari dalam batin sendiri.
5. HADIR.
Kemampuan untuk tetap dalam kondisi khusuk, yakni secara sadar merasakan pengalaman.
6. CINTA TANPA PAMRIH.
Mencintai Tuhan dan ciptaanNya tanpa motif kepentingan pribadi.
7. MENINGKATKAN PERSPEKTIF ILAHIAH.
Kemampuan untuk selalu melihat kejadian2 dan manusia dari perspektif tertinggi cinta dan tauhid dan tidak terperosok ke dalam penilaian dan pendapat yang egois
8. INTIM DENGAN TUHAN.
Menyadari hubungan dengan sumber Ilahi
(tulisan ini dikirim oleh sahabat Agus Cahyono melalui email)

PILKADA DI SEKITAR KITA

Tuesday, March 18th, 2008

Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) memang telah menjadi sebuah fenomena. Mengapa demikian? Hal ini karena ‘hebohnya’ tidak sebanding dengan manfaatnya. Contohnya di daerah Sulawesi Selatan, baru saja diadakan pemilihan Gubernur dan hasilnya sampai sekarang masih belum jelas. Padahal biaya dan tenaga yang digunakan untuk ‘hajatan’ ini sangat lah besar.

Belum selesai pilkada propinsi, menyusul di tahun 2008 ini, Kota Parepare akan menyelenggarakan pemilihan walikota dan wakilnya. Berbagai poster, spanduk dan macam-macam media kampanye sudah sedemikian menjenuhkan. Di tambah lah lagi , kabupaten Sidrap dan Pinrang juga segera menyusul berame-rame menyelenggarakan pemilihan.

Bangsa ini terus disibukkan dengan pemilihan-pemilihan dan terus mengeluarkan biaya yang sedemikian besar,tapi apakah ada manfaatnya? Apakah ada perubahan dengan pergantian pemimpin? JAWABANNYA TIDAK!

Saat ini, masyarakat hidup tidak perlu pemimpin, bila ternyata ujung-ujungnya korupsi dan menyengsarakan yang dipimpin. Masyarakat cuma butuh sistem yang adil dan prosedur yang wajar. Apalah gunanya birokrasi? TIDAK ADA! Jika ternyata malah menyulitkan rakyat.

Mengapa setiap pemimpin di masa sekarang, OMONG BESAR!

Renungkanlah!!!

 salam

INFO PELUANG BISNIS UNTUK ANDA

Friday, March 14th, 2008

Kabar gembira buat anda yang ingin mempromosikan produk dan jasa anda, kami menyediakan satu halaman di dalam situs kami untuk anda semua. Alamat yang akan kami gunakan untuk mengiklankan produk, jasa dan bisnis anda adalah http://infobisnis.yudihardis.com/

Di sini anda bisa mengiklankan produk bekas ataupun baru kepada khalayak. Dan kami mempersilakan anda untuk menggunakan alamat situs kami untuk mempromosikan di media yang lain. Hal ini tentu lebih menguntungkan buat anda bukan? Dibandingkan bila anda harus membuat/mendesain situs sendiri apalagi bila berlangganan, sementara produk/jasa anda bersifat sementara saja.

Oleh karena jangan ragu-ragu, manfaatkan infobisnis.yudihardis.com untuk mempromosikan diri anda, menjual produk anda ataupun mengiklankan jasa bisnis anda kepada masyarakat.

Caranya mudah : Anda tinggal hubungi kami di 081348203333 atau email ke yudihardis@yahoo.co.uk

Salam

infobisnis

infobisnis.yudihardis.com

Udin , Si Tukang Parkir

Thursday, March 13th, 2008

Nama lengkapnya barangkali sudah tidak banyak yang mengetahui. Dia biasa dipanggil dengan nama Udin. Pekerjaannya sebagai tukang parkir ‘tidak resmi’ di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah di Sulawesi Selatan. Dikatakan ‘tidak resmi’ karena memang dia bukan pegawai atau karyawan RSUD tersebut, namun setiap kali ada kendaraan yang keluar-masuk dan parkir pasti diatur selayaknya tukang parkir sebenarnya.

Pertama kali melihatnya, penampilannya mirip orang ‘tidak waras’ alias orang gila. Namun semakin lama ternyata jelas bahwa Udin tidak gila. Pakaian yang melekat di tubuhnya memang tidak standar dan lebih tepat jika Udin disebut sebagai gelandangan.

Walaupun begitu, tenaganya ternyata dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna. Semisal pada saat pesanan obat-obatan datang agak banyak, Udin membantu ikut mengangkat barang-barang tersebut ke dalam apotek. Karyawan apotek pun terlihat memberikan tips kepada Udin cuma seribu rupiah sekali jalan. 

Udin tidak pernah mengeluh dan menjalani hidupnya dengan ‘enjoy’. Terserah orang mau bilang apa pada dirinya. Mau ngasih duit, terima kasih , kalau tidak, juga terima kasih. Banyak juga yang sama sekali tidak melihatnya, mencibir bahkan menghinanya.

Tuhan seperti sedang mengajarkan sesuatu kepada hambanya. Setiap hari Udin ada dan setiap hari Tuhan menunjukkan kepada orang-orang yang berkecukupan, berpakaian rapi, bersepatu merk ternama, bahkan menyetir mobil bahwa masih ada yang jauh lebih kekurangan dibanding mereka. Namun Udin tetap masih hidup dan itu berarti kemauan hidupnya masih ada. Berjuang agar tetap hidup.

Sementara masih banyak orang-orang yang berkecukupan, begitu mudahnya berputus asa dengan rahmat Allah swt. Melakukan jalan pintas , membunuh dirinya sendiri.

Jalan untuk mati banyak caranya, namun jalan untuk bisa bertahan hiduplah yang harus diperjuangkan.

 Salam,