Archive for September, 2008

Beberapa Hal Tidak Bisa Dibeli Pake Uang

Sunday, September 14th, 2008

Kita sering membicarakan tentang uang; bagaimana mendapatkan banyak uang, bagaimana mengatur pengeluaran, berapa yang ditabung, serta diinvestasikan di mana. Kita sibuk merencanakan, memikirkan, dan mengkhawatirkan uang yang kita miliki, sehingga seolah-olah uang adalah hal yang paling penting di dunia.

Uang memang penting dalam kehidupan, tanpa alat tukar ini kita tak akan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Uang membuat kita bisa melakukan banyak hal dibandingkan jika kita tak memilikinya. Tetapi sepenting-pentingnya uang, sebanyak apa pun pundi-pundi uang Anda, ada hal-hal yang tak bisa dibeli olehnya.

Kehilangan waktu
Uang tak akan mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, waktu 24 jam tersebut akan hilang dan tak akan pernah kembali. Karena itu gunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyatakan perhatian dan kasih sayang Anda pada orang tercinta, sebelum waktu itu berlalu.

Kebahagiaan
Memang kedengarannya klise, uang tak bisa membeli kebahagiaan. Tapi inilah kenyataannya. Uang memang bisa membuat Anda merasa senang karena bisa membiayai liburan, membeli elektronik terkini, atau mobil paling cepat. Tapi setumpuk uang tak kan pernah bisa menghadirkan kebahagiaan yang nyata yang berasal dari dalam hati kita. Kebahagiaan jenis ini hanya datang dari hubungan yang membahagiakan serta dukungan dan cinta dari keluarga.

Kebahagiaan Anak
Untuk memberikan sandang dan pangan yang layak kepada buah hati memang dibutuhkan uang. Tapi uang tak bisa memberikan rasa aman, tanggung jawab, sikap yang baik, serta kepandaian, pada anak-anak. Hal itu merupakan buah dari waktu dan perhatian yang Anda curahkan untuk mereka dan hal-hal baik yang Anda ajarkan. Uang memang membantu kita memenuhi beberapa aspek pengasuhan, tapi waktu telah membuktikan bahwa kebutuhan dasar tiap anak adalah berapa banyak waktu yang diberikan orangtuanya, bukan uangnya.

Cinta
Ini satu hal klise lainnya, cinta tak bisa dibeli dengan uang, tapi akuilah hal itu benar. Dengan uang kita bisa membuat orang tertarik, tapi cinta berasal dari rasa saling menghargai, perhatian, berbagi pengalaman, dan kesempatan untuk berkembang bersama. Itu sebabnya banyak pasangan yang menikah karena uang, tak bertahan lama.

Penerimaan
Untuk diterima oleh lingkungan pergaulan, Anda tak butuh uang. Bila Anda ingin diterima, fokuskan energi Anda untuk membuat diri Anda berharga bagi lingkungan sekitar dengan menjadi teman dalam suka dan duka.

Kesehatan
Kita butuh uang untuk mengongkosi biaya perawatan dan membeli obat, tapi uang tak bisa menggantikan kesehatan yang hilang. Itu sebabnya pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati sebaiknya kita terapkan. Mulailah berolahraga, berhenti merokok, dan banyak hal lain yang pasti sudah Anda tahu.

Kesuksesan
Beberapa orang memang ada yang mencapai kesuksesan dengan menyuap, tapi ini adalah pengecualian. Kesuksesan hanya berasal dari kerja keras, kemauan, dan sedikit kemujuran. Ada aspek kecil dari usaha menuju sukses yang bisa didapatkan dengan uang, misalnya mengikuti pelatihan atau membeli peralatan, tapi sukses lebih banyak berasal dari usaha yang Anda lakukan sendiri.

Bakat
Kita dilahirkan dengan bakat tertentu. Dengan uang, yang bisa kita lakukan adalah mengasah bakat tersebut, misalnya belajar musik. Namun para ahli mengatakan, untuk menjadi ahli di bidangnya, kita membutuhkan bakat.

Sikap yang baik
Banyak orang yang kaya raya tapi sikapnya kasar dan ucapannya sinis. Tak sedikit orang sederhana yang tutur katanya sopan dan menunjukkan rasa hormat pada orang lain. Jadi, jumlah uang yang dimiliki bukan penentu sikap atau manner seseorang.

Kedamaian
Bila uang bisa membeli kedamaian, barangkali kita tak lagi mendengar tentang perang. Justru yang sering terjadi sebaliknya, uang lah yang menjadi sumber pertikaian dan permusuhan.

Salam,

Met Puasa …, Anakku

Thursday, September 4th, 2008

Menanamkan kebaikan kepada anak memang perlu dilakukan sejak dini. Demikian pula dengan kewajiban menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Anak yang lagi berumur 5 tahun sudah bisa melihat dan mengetahui kalau orang-orang dewasa disekitarnya sedang menjalankan ibadah puasa dengan aktivitas bangun pagi antara jam 3 - 4 pagi. Lalu tidak makan dan minum dari pagi sampai sore. Terus rame-rame makan di sore hari untuk buka puasa.

Si anak pasti akan bertanya banyak kepada orang tuanya tentang apa yang dilihat dan dirasakannya.

Orang tua yang bijaksana pasti bisa menjawab semua pertanyaan itu. Dan memberikan pendidikan yang tepat dalam masalah ini.

Ketika anak yang ingin melakukan puasa juga, tentu bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan. Kemampuan anak untuk menyerap hal-hal yang baik adalah suatu anugerah.

Untuk Ramadhan ini, saya coba menanyakan ke anak sulung saya yang berumur 5 tahun tentang pelajaran puasa ini.

“Nak, hari ini puasa gak?”

“Puasa dong .. Pah. Malah udah buka puasa 2 kali tadi.”

“Ha ha ha( aku tertawa dalam hati)

Paling tidak anakku mengetahui kalau dalam puasa itu juga ada waktu BERBUKA! Karena puasa yang “tanpa buka” justru bukanlah tuntunan yang benar.

Met puasa anakku … semampumu

Salam,

Renungan bersama Al-Ghazali

Wednesday, September 3rd, 2008

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya :

1. “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ? ”
Murid 1 : “Orang tua”
Murid 2 : “Guru”
Murid 3 : “Teman”
Murid 4 : “Kaum Kerabat”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling dekat dengan
kita ialah MATI.
Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah
Ali-Imran:185).

2.. “Apa yang paling jauh dengan kita di dunia ini ?”
Murid 1 : “Negeri Cina”
Murid 2 : “Bulan”
Murid 3 : “Matahari”
Murid 4 : “Bintang-bintang”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling benar adalah
MASA LALU.
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat
kembali ke masa lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari2 yang
akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama”.

3. “Apa yang paling besar di dunia ini ?”
Murid 1 : “Gunung”
Murid 2 : “Matahari”
Murid 3 : “Bumi”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling besar sekali
adalah HAWA NAFSU (Surah Al-A’raf : 179).
Maka kita harus hati2 jangan sampai hawa nafsu kita membawa kita ke
neraka.

4. “Apa yang paling berat di dunia ini ?”
Murid 1 : “Baja”
Murid 2 : “Besi”
Murid 3 : “Gajah”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling berat adalah
MEMEGANG AMANAH (Surah : Al-Ahzab : 72).
Tumbuh2an, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah
Swt meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini, tetapi
manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah Swt
sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah”.

5. “Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 “Kapas”
Murid 2 “Angin”
Murid 3 “Debu”
Murid 4 “Daun-daun”
Imam Ghazali : “Semua jawaban itu benar, tetapi yang paling ringan sekali
di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT.
Gara2 pekerjaan kita atau urusan dunia, dengan ringannya kita tinggalkan
sholat”.

6. “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini ?”
Murid2 dengan serentak menjawab : “Pedang”
Imam Ghazali : “Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini
adalah LIDAH MANUSIA.
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai
perasaan saudaranya sendiri”

Salam