Archive for October, 2008

Mengunjungi Lubuk Hati Yang Terdalam

Thursday, October 23rd, 2008

Sejenak aku terdiam dalam keramaian …

Di saat semua bergerak sangat cepat dan penuh dengan aura yang berbeda-beda, kuhentikan alam bawah sadar dan pikiranku. Aku entah siapa diriku mencoba menyusuri relung-relung kalbu dalam hatiku.

Kudapati gambaran samar dalam setiap ruang hatiku. Ada yang sedang mencoba bekerja keras dan bersemangat tak pernah berhenti. Di ruang lainnya ada yang sedang tertidur pulas gak ingat waktu. Ada juga yang sedang mondar-mandir gak tentu tujuan. Ada yang bimbang, ragu-ragu dan penuh tanda tanya. Ruangan-ruangan yang penuh dengan sketsa-sketsa tanpa rencana.

Melihat lubuk hatiku sendiri, aku menjadi bosan. Aktivitas yang ada dalam semua ruangan itu sangat membosankan. Aku ingin keluar dari tubuh ini mencari sesuatu yang lebih baik. Namun benarkah ini? Apakah yang akan terjadi jika kutinggalkan mereka?

Relung-relung hati yang paling dalam tiba-tiba bersinar seolah ingin menjawab setiap pertanyaanku. Pasti akan ada esok yang lebih baik. Jangan pernah putus asa. Semua telah menjadi keputusan yang terbaik.

Salam,

Refleksi Tujuh Tahun Perkawinan

Tuesday, October 21st, 2008

Tanggal 21 Oktober 2001 saya menikah ..

Hari ini, tanggal 21 Oktober 2008 tepat tujuh tahun lamanya kami mengarungi bahtera rumah tangga. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat, karena hari demi hari yang kami lalu begitu berharga. Pernikahan kami tergolong dalam kategori pernikahan usia muda, terutama saya. Kami menikah sama-sama berumur kurang lebih 25 tahun. Keyakinan dan komitmen untuk menjalani hidup ini bersama telah mendorong kami untuk menikah.

Menerima apa adanya adalah kekuatan kami berdua. Setiap kali ada permasalahan yang menimpa keluarga kami, selalu teringat bahwa kami siap menerima apa adanya, segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kami berdoa agar Allah SWT selalu menjaga kami, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, jauh maupun dekat, kaya maupun kekurangan, bahagia maupun sedih, sehat maupun sakit. Kami selalu berdoa agar kami selalu dijauhkan dari segala marabahaya yang ada di langit maupun dibumi. Kami berdoa agar selalu diberikan rizki yang halal dan barokah. Kami berdoa agar selalu diampuni salah dan khilaf.

Tujuh tahun menjalani bahtera rumah tangga penuh kenangan yang tak terlupakan. Bahtera ini telah bertambah dua orang anak laki-laki yang gagah dan kuat. Anak-anak yang selalu didoakan agar menjadi anak shaleh. Muhammad Naufal Abyan Madani dan Muhammad Ayyas Izza Ramadhani. Mereka telah memberikan warna baru dalam keluarga kami. Mereka telah memberikan nada-nada yang indah dalam lagu kehidupan kami. Mereka adalah semangat kami.

Istriku, engkaulah yang terbaik bagi keluarga ini …

I Love You

Selamat Hari Jadi Perkawinan Kita yang Ke-7

21 Oktober 2001 - 21 Oktober 2008

MACAPAT

Monday, October 20th, 2008

Ana kidung rumeksa ing wengi

teguh hayu luputa ing lara

luputa bilahine kabeh

jim setan datan purun

paneluhan tan ana wani

miwah panggawe ala

gunaning wong luput

geni atemahan tirta

maling adoh tan ana ngarah ing mami

guna duduk pan sirna

Ada lagu yang mengalun di malam hari. Lagu yang menjadikan kuat, selamat, dan terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala macam petaka. Jin dan setan pun tidak mau. Segala jenis sihir tidak ada yang berani, apalagi perbuatan jahat. Guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuri pun menjauh dariku. Segala bahaya akan sirna.

Potongan syair di atas adalah syair Jawa yang disebut macapat. Kategori macapat ini adalah Dhandhanggula. Syair ini diciptakan oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Syair ini diciptakan Sunan untuk dilantunkan di malam hari dan berdo’a kepada Allah SWT.

Sunan Kalijaga, seperti halnya Syekh Siti Jenar, memang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa melalui sisi budaya. Seperti diketahui banyak orang, Islam menemui banyak halangan untuk berkembang di tanah Jawa karena bertemu dengan kultur yang sudah sangat kuat, yaitu kultur Hindu/Buddha di bawah pengaruh kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, Sunan Kalijaga melakukan transmogrifikasi dengan memasukkan unsur-unsur Islam dalam budaya-budaya Jawa seperti memasukkannya ke dalam syair-syair macapat, memodifikasi wayang kulit, menciptakan lagu yang sangat terkenal, Lir-Ilir, dsb. Pendekatan budaya seperti ini yang memang tidak disebutkan secara literalistik linguistik dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist menyebabkan banyak pihak menganggap ajaran-ajaran Sunan Kalijaga adalah bid’ah.

Keterangan panjang lebar di atas kudapatkan dari buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga yang ditulis oleh Achmad Chodim dan diterbitkan oleh penerbit Serambi (penerbit yang juga mengeluarkan versi Indonesia dari The Da Vinci Code yang fenomenal itu). Buku ini tidak memaparkan sejarah Sunan Kalijaga, melainkan ajaran-ajaran Sunan Kalijaga secara komplit, mulai dari tembang rumeksa ing wengi, puasa mutih 40 hari 40 malam, selamatan, hakikat diri manusia, saudara empat, dll. Buku ini memaparkan ajaran-ajaran tersebut tanpa menjustifikasi bahwa ajaran-ajaran tersebut adalah bid’ah, bahkan cenderung melakukan pembelaan dengan alasan-alasan yang dikemukakan.

Cukup enak dibaca, karena meskipun materi yang dibahas adalah berat dan kontroversial, buku ini menggunakan pengantar bahasa yang super ringan, bahkan agak terlalu ringan sehingga aku pikir tidak layak sebuah buku menggunakan bahasa seringan ini. Buku ini kurasa cukup banyak memberikan sisi dan sudut lain tentang bagaimana memandang Islam untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas.

Berusaha Tegar

Tuesday, October 14th, 2008

Perjalanan hidup ini belum berakhir …

Masih ada rezeki yang berlebih yang mesti disyukuri …

Walaupun fisik sangat lemah …

Stamina terus menurun …

Asalkan masih belum pingsan …

dan masih bisa berjalan …

Aku tak akan menyerah …

Demi anak dan istriku …

Selamat Idul Fitri 1429 H

Monday, October 13th, 2008

Kami sekeluarga mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Mohon maaf lahir batin

Salam,