Beberapa waktu lalu, seorang teman mengirim email ke saya berupa serangkaian foto anak yang yang sedang merokok. Melihat caranya, anak ini terlihat sudah terbiasa melakukannya.
Memang perasaan prihatin pasti ada ketika melihat hal ini, namun realita kehidupan di sekitar kita jelas tidak jauh dari hal-hal seperti itu.
Fatwa haram MUI yang dikeluarkan akhir-akhir ini jelas bukanlah merupakan solusi satu-satunya untuk menanggulangi problema kehidupan ini. Fatwa ini malah memberi kesan bahwa MUI tidak memiliki sensitivitas terhadap masalah lingkungan sekitar.
Walaupun fatwa yang dikeluarkan benar sekalipun, namun waktu dan tempat yang salah akan menjadi bumerang bagi MUI sendiri.
Salam,
Archive for January, 2009
Duh ….
Thursday, January 29th, 2009Sepenggal Cerita Pak Sopir Taksi
Tuesday, January 20th, 2009
Tadi malam sekitar pukul 22.00 wib, saya naik taksi dari daerah Cipayung ke arah Jatiwarna. Ketika kaki saya mulai memasuki mobil dan segera duduk, saya bertanya kepada pak sopir sekedar untuk basa-basi.
“Pak, taksi disitu sampai jam berapa ya?”
Saya berpikir jawaban yang diberikan agak singkat dan tak berbekas apa-apa. Tapi pak sopir malah menjelaskan :
“Oh .. kalau disini 24 jam pak. Kebetulan saya kena shif malam, besok jam 12 siang baru pulang.”
Saya bertanya lagi : “Nggak tidur dong pak?”
Pak sopir menyahut : “Ya .. begitulah pak, karena saya perlu uang untuk menebus anak saya dirumah sakit.”
Saya tersentak. Dan sebelum saya menyahut, pak sopir melanjutkan ceritanya.
“Saya ini lagi kena musibah pak, istri saya baru meninggal setelah melahirkan anak kembar putra-putri. Kelahiran ’sesar’ , alhamdulillah si kembar selamat , namun ibunya tidak tertolong.”
Dalam hati saya menangis dan terenyuh mendengar cerita ini. Pak sopir bilang lagi :
‘Pak, kalau ada kerjaan ya pak?”
Saya sedikit susah untuk berbicara : “Sopir ya?”
Pak Sopir menyahut : “Betul.”
Mobil terus melaju ke arah tujuan dan saya terus beristighfar mohon ampun karena kurang bersyukur kepada Allah yang telah memberi rizki dan kesehatan.
Semoga cerita ini bermanfaat bagi kita semua.
Salam,
SATRIO SATRIO ING BABAD TANAH JOWO
Thursday, January 15th, 2009
SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO . Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR . Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR . Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
SATRIO LELONO TAPA NGRAME . Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) Akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang bercukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia.Berkuasa tahun 1999-2000.
SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH . Tokoh pemimpin yang tersembunyi / terasing (Piningit) yang muncul tiba-tiba atau tak disangka-sangka dan membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. berkuasa tahun 2000-2004.
SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO . Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi Peletak dasar juga sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden Keenam Republik Indonesia berkuasa tahun 2004-2009
Siapakah berikutnya???
Belajar dari Burung
Tuesday, January 13th, 2009
Pernahkah Anda memperhatikan seekor burung kecil sedang membuat sangkarnya sendiri? Burung kecil itu dengan sabarnya bolak-bolak mengambil untaian benang dari pelepah pohon pisang yang kemudian menjadi bahan buat sangkarnya.
Burung itu memerlukan tempat yang nyaman untuk tempat dia beristirahat dan hal lainnya. Barangkali nantinya tempat dari pohon pisang itu bisa menghangatkan tubuhnya dan mungkin anak-anaknya.
Burung itu berusaha mencari, memilih dan membangun sendiri rumahnya. Ikhtiar, sabar dan ketekunan burung kecil itu merupakan pelajaran sendiri yang tak ternilai. Pelajaran untuk bersyukur dan tidak boleh berputus asa terhadap segala sesuatu.
Salam,
Tentang Keberanian
Tuesday, January 6th, 2009(dari sebuah buku)
Kadang kala kita sering merasa heran jika melihat seseorang yang sedemikian pintar, punya gelar yang sedemikian banyak, ahli dalam perencanaan, punya skill yang hebat, dengan kata lain dia punya modal yang lebih dari cukup untuk bisa sukses tapi dalam kehidupannya dia tidak sukses. barangkali kita bertanya-tanya, apa yang masih kurang dalam diri orang ini? Jawabannya sederhana, kurang keberanian. Karena tidak memiliki keberanian untuk melangkah, terang saja dia tidak pernah meraih kesuksesan dalam hidup ini. Keberanian justru kadangkala menjadi modal utama untuk meraih keberhasilan dalam hidup.
Ralph Waldo Emerson, seorang motivator, pernah berkata: “Apapun yang Anda perbuat, Anda membutuhkan keberanian. Jalan apapun yang Anda putuskan, pasti ada saja seseorang yang mengatakan bahwa Anda keliru. Selalu ada saja kesulitan yang timbul, yang menggoda Anda untuk mempercayai bahwa kritikan2 yang dilontarkan kepada Anda itu benar. Meski demikian, untuk mencapai impian tertinggi Anda dan menuntaskan tujuan Anda sampai selesai dibutuhkan keberanian sejati”.
Lebih jauh, Miguel de Cervantes berkata, “Dia yang kehilangan kekayaan, kehilangan banyak. Dia yang kehilangan sahabat, kehilangan lebih banyak lagi. tetapi dia yang kehilangan keberanian, kehilangan segala-galanya.”
Rasa-rasanya benar juga, untuk bisa mencapai tujuan kita diperlukan sebuah keberanian. Berani gagal, berani dikritik, berani bangkit, berani bertindak, berani berubah dan berani sukses!