Archive for May, 2009

Menang dan Kalah

Sunday, May 24th, 2009

21052009001 Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam, Yang Maha Penghancur atas orang-orang yang keji, Yang Maha Menundukkan atas orang-orang yang angkuh, Maha Pemberi kemenangan bagi orang-orang yang mukhlis, dan Maha Pemberi kekuatan bagi orang-orang yang beriman. Shalawat dan salam atas sosok pembawa hidayah yang amin, penghulu para mujahidin dan pembawa rahmat Allah untuk semesta alam.
Selanjutnya..
Bahwa setiap umat seperti halnya bagian dari individu, kadang berada dalam kondisi sehat dan kadang dalam kondisi sakit, kadang dalam keadaan kuat dan kadang pula dalam keadaan lemah, sesuai dengan undang-undang dan sunah ilahiyah, kondisi seperti itu tidak bisa dipungkiri sedikitpun oleh setiap orang, kerena tidak pernah berubah dan berganti sepanjang masa.

“Dan Allah sama sekali tidak menzhalimi seorangpun” (Al-Kahfi:49),
dan Allah telah memerintahkan kita untuk mentadabburi segala urusan kita terutama yang terkait dengan kemenangan dan kekalahan; Apabila terkait dengan kemenangan maka kita diperintahkan untuk bersyukur dan menyadari akan tujuan kemenangan, konsekwensinya dan amanah-amanah yang harus diemban. Dan jika terkait dengan kekalahan maka kita harus melakukan instrospeksi diri, membahas kesalahan-kesalahan kita, memohon akan segala dosa-dosa yang pernah kita lakukan, dan memperbaiki lagi perjalanan kita agar tidak lemah dan merasa hina..

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Al Quran) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir”. (Ali Imran:137-141)
Sungguh kekalahan pada tahun 1967 merupakan bagian dari kekalahan yang mengenaskan sehingga membuat jatuh jati diri umat Islam dan bangsa Arab, dalam enam hari –bahkan enam jam- Baitul Maqdis as-syarif lenyap dan jatuh dari genggaman umat Islam, -padahal ia merupakan- kiblat pertama dari dua kiblat umat Islam, tempat ketiga dari 3 tempat yang disucikan, tempat Isra-nya Rasulullah saw, bersamaan dengan itu Sinai ikut lenyap, kota yang terletak di daerah permukaan laut nun indah, dataran tinggi Golan yang mengiringi para srigala mudah masuk ke wilayah terdekat lainnya, serta tepi Barat sebagai tempat yang strategis dan seoerdua dari luas Negara yordan.
Beberapa juta pasukan mampu mengalahkan 200 juta warga arab dan satu milyar muslim, padahal keberadaan zionis adalah baru, namun mampu mengalahkan 3 bagian negara Arab yang mengisi bumi ini, yang –sebenarnya-, bangsa Arab mampu menenggelamkan Israel ke dalam lautan, namun justru mereka yang mengalahkan kita (bangsa Arab dan umat Islam)?! Kejahatan yang terjadi di muka bumi, kehinaan di berbagai belahan dunia, siapakah yang tertimpa kehinaan, kerendahan dan kemurkaan di muka bumi ini?, dan siapakah yang akhirnya hidup tercerai berai di jalan-jalan Yahudi pada beribu-ribu tahun sebelumnya?.
Sebagaimana kemeangan-kemenangan mereka yang hina memiliki sebab dan alasan-alasannya; sebagaimana kekalahan kita memiliki sebab-sebab yang jelas yang tidak bisa kita sembunyikan bagi siapa yang memiliki akal dan hati.
1. Bahwa mereka bersatu pada akidah yang mereka yakini dan ajarkan dalam akal anak-anak mereka, menghadirkannya secara turun temurun sepanjang sejarah mereka, dengan membangun angan-angan, mimpi-mimpi dan kedustaan; mereka –menganggap- sebagai bangsa pilihan Allah, dan bumi Palestina adalah bumi nenek moyang mereka, dan telah dijanjikan oleh Allah dalam kitab-kitab mereka semenjak zaman nabi Ibrahim, nabi Daud dan nabi Sulaiman; sehingga dengan keyakinan mereka tersebut mampu menyatukan bangsa Yahudi yang terpencar dan tinggal di berbagai pelosok negeri dan berkumpul dalam satu tempat dan tujuan yang satu (lebih dari 90 negara); untuk mengapresiasikan dalam satu kata, dan -pada akhirnya- mampu mengalahkan dan menaklukkan penduduk yang beragama nasrani bai di Barat dan dan di Timur, dengan tuduhan bahwa mereka para pengusung kitab “Ahdul qodim” –perjanjian lama-. Dan mereka lebih dekat pada nasrani daripada orang arab dan kaum muslimin.
Dan disisi lain mereka berhasil mengikis akidah Islam secara sempurna dari bumi Paestina dan Arab, dan menggantinya dengan ideology dan tsaqofah aliran kanan dan aliran kiri; baik aliran Nashiriah, ba’tsiah, quthriah, (kesukuan), syuyuiyyah (komunis), dan abtsiah, sehingga mampu memecah belah umat, mencabik-cabiknya hingga berkeping-keping, dan akhirnya Arab mengalami kerugian memberikan dukungan pada satu milyar muslim, bahkan saat ini diinginkan membersihkan dunia Arab sehingga permasalahan Palestina hanya dijadikan sebagai permasalah lokal belaka, dan bahkan Arab diikutkan dalam konspirasi internasional dalam memblokade warga Palestina yang berjihad di kota Gaza dan sekitarnya.
2. Yahudi sepanjang sejarahnya memilih pemimpinnya yang suka berbuat makar dan ikhlas dengan ideology dan akidah mereka; saling bertukar peran dan kepentingan, setiap pemimpin menyerahkan kepemimpinan kepada siapa yang memimpin yang memiliki kapabilitas darinya (semenjak Hertzel hingga Ben Georion, hingga Eizman dan Gold Maiyer…etc), padahal disisi lain Arab saat ini dipimpin oleh para penguasa, raja-raja dan pemimpin-pemimpin yang memerintah dengan tangan besi dan api, tidak memiliki kapabilitas, tidak memiliki kemampuan dan tidak memiliki keikhlasan dalam memimpin, bahkan diantara mereka tidak memiliki apapun kecuali hanya tetap bertahan (mempertahankan diri) pada kursi jabatannya hingga akhir hayat bahkan -jika bisa- diwariskan kepada anak-anak dan keluarga keturunan mereka, walaupun harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal yaitu hilangnya kepentingan dan kekayaan umat dan hilangnya warisan, bumi, kedudukan dan kemuliaan bangsa dan umatnya.
Pada sisi lain umat Yahudi berpegang teguh dengan keyakinan mereka dan memuliakan apa yang mereka yakini, menghalau dunia seluruhnya demi mempertahankan keyakinannya sehingga Ben Georion berkata: “Tidak ada artinya Israel tanpa Al-Quds, dan tidak ada artinya bagi Al-Quds tanpa Haikal”.. kita lihat dari para pemimpin kita, raja-raja kita dan penguasa-penguasa kita ada yang menganggap bahwa agama adalah suatu kemunduran dan keterbelakangan, sehingga mereka selalu memerangi Islam dan menolaknya mentah-mentah baik secara terang-terangan dan dilakukan pada siang hari; baik dengan ucapan, pemikiran, tekanan, siksaan, penjara bahkan pembunuhan…
3. Yahudi dalam sejarahnya tidak pernah menyia-nyiakan waktunya kecuali hanya untuk membuat konsep, konspirasi dan mempersiapkan pasukan, mencari dukungan dan mengumpulkan uang dan dana, mengembangkan tekhnologi senjata dan membangun perekonomian, serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Sementara disisi lain bangsa Arab saat ini berada pada kondisi yang kosong dengan konsep, tidak memilki arah dan tujuan hidup dan tidak meiliki gairah kerja kecuali hanya untuk melakukan tipu daya dan makar antara sebagian mereka dengan sebagian lainnya, meskipun apa yang Allah anugrahkan kepada mereka dari kekayaan alam dan sumber daya insan dan materi begitu berlimpah. Mereka menyia-nyiakan dalam perkhilafan, kenikmatan dan perang yang dibuat-buat serta pengembaraan politik yang kosong sehingga mereka dijadikan berada dalam kehinaan.
4. Ketika Yahudi tetap berpegang teguh dengan akidahnya dan sangat teguh dengan keyakinannya, sebagian pemuda dan bangsa Palestina dan Arab lari dari akidah dan keimanan mereka, sehingga menyebar di tengah mereka akan dekadensi moral, kerusakan akhlak dan menyebar perbuatan keji dan mungkar, bahkan bangga dengan kondisi tersebut sehingga melemahkan bangunan Islam, mencerai beraikan kekuatan dan menghancurkan azimah umat.
5. Kehancuran bangunan internal Negara-negara arab; disebabkan oleh adanya kezhaliman yang dilakukan oleh para pemimpin, adanya tekanan terhadap bangsa, liberalisasi, pengekangan pendapat, menghadirkan orang-orang yang tidak becus dalam pemerintahan dan menafikan kapabilitas (seperti system pemerintahan Mesir melakukan tekanan pada para ulama dalam berbagai kegiataan dan aktivitas; dengan tuduhan bahwa mereka adalah bagian dari ikhwan muslimin, sehingga sebagian mereka ada yang dipenjara, sebagian lainnya ada yang dibunuh dan sisanya ada yang diusir), padahal pada sisi lain Yahudi merangkul para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia untuk melakukan kerja sama, melakukan berbagai aktivitas, mengekplorasi berbagai potensi dan menganggap mereka sebagai sumber kekayaan bangsa yang harus dijaga dan dipelihara); sehingga mereka mampu menghadirkan Israel sebagai pemiliki kekuatan nuklir ketiga di dunia.
6. Tekanan terhadap para mujahidin yang ikhlas terhadap qodhiyah; sehingga terjadi revolusi pada tahun 1948, sehingga memunculkan penangkapan terhadap para aktivis dari para mujahidin ikhwan; begitupun juga tekanan terhadap gerakan-gerakan Islam pada tahun 1954 dan tahun 1965, dan bahkan hingga sekarang sekarang terhadap para pelaku perlawanan, para pahlawan dari Hamas mendapat tekanan dan intimidasi, ada yang diblockade dalam kota Gaza, ada yang dihadang memasukkan senjata untuk mereka, bahkan dihambat masuknya obat-obatan dan bahan-bahan makanan untuk mereka; karena musuh menyadari dan memahami bahwa mereka satu-satunya yang mampu menghentikan niat dan kehendak Zionis, menghalau konspirasi mereka dan menghancurkan proyek besar mereka.
7. Adanya pengkhianat dan kecurangan dalam berbagai tingkatan, hal tersebut terungkap setelah mengalami kekalahan; diantara para pemimpin ada yang bangga dengan apa yang mereka lakukan menjalin hubungan dengan Yahudi dalam berbagai periode dan fase, mungkin diantara mereka ada yang tidak menyadari akan peringatan-peringatan yang keras, sehingga ada pesawat-pesawat mereka yang jatuh ditembak oleh senjata yang ada di bawah, kemudian sempurna pula kejatuhan dataran tinggi Golan sebelum mereka kuasai .
Inilah sebagai –bukan seluruhnya- sebab-sebab kekalahan yang harus kita fahami, namun ironi yang sangat memilukan sekali adalah bahwa kebanyakan dari berbagai penyebab tersebut masih melekat dalam tubuh umat saat ini dan mengancam akan keutuhan umat saat ini dan yang akan datang, bahkan terus mengalir dengan alasan perdamaian yang bodoh dan kesepakatan yang memilukan; mulai dari keputusan pembagian hingga kekalahan pada tahun 1948, hingga bersegera pada kesepakatan “Rogerz” , kesepakatan “Camp David”, kesepakatan “Madrid” , “Oslo” , “Peta jalan” hingga “KTT Arab” dan bahkan hingga kesepakatan “Annapolis”.. etc. semuanya merupakan rekayasa dan konspirasi untuk memberikan tambahan waktu menelan seluruh bumi Arab, men”zionis”kan Al-Quds, menghancurkan Al-Aqsha, membangun haekal, mengepung dan memblokade rakyat Palestina serta memaksa mereka meninggalkan Negara dan rumah-rumah mereka.
Apakah kita sudah belajar terhadap kesalahan-kesalahan kita?! Apakah kita sudah bertaubat terhadap dosa-dosa kita?! Apakah kita telah melakukan perbaikan dihadapan Tuhan kita, dihadapan bangsa dan umat kita dan berikrar untuk berpegang teguh dengan akidah kita??, membuat konsep untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai urusan kita dalam berbagai lini kehidupan yang telah diisi oleh berbagai konsep dan administrasi yang buruk dan gagal, seperti yang telah dilakukan oleh para pemimpin yang kalah, konsep yang amburadul, bendera-bendera musuh terus berkibar dan mencerai beraikan barisan kami?! Apakah kita sudah belajar dari kita Tuhan kita terhadap semua teguran dan kekalahan tersebut?! sebagaimana Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. (Ar-Ra’d:11)
dan firman Allah:

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Maha perkasa”. (Al-Hajj:40)
Salawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabatnya.
Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.

SERASA DI PAMERAN OTOMOTIF

Tuesday, May 19th, 2009

pilpres1
Barangkali para Capres dan Cawapres RI ini tidak menyadari bahwa nama pasangan mereka masing-masing mirip dengan merk-merk dalam industri otomotif.

Yang paling jelas adalah pasangan Megawati-Prabowo. Pasangan ini dengan jelas menamakan dirinya pasangan Mega-Pro (rakyat) dan ini mengingatkan kita pada merk motor HONDA MEGA PRO.

Kemudian pasangan Jusuf Kalla - Wiranto. Mereka menamakan dirinya JK-WIN. Dan ini juga mengingatkan kita dengan merk motor HONDA WIN.

Sedangkan pasangan SBY-Budiono dengan tag SBY-Berbudi, saya mencoba mencari dengan penggalan kata di nama Budiono yaitu DION. Ternyata ada merk mobil MITSUBISHI DION.

Supaya lebih jelas … lihat ilustrasi gambar.

Maka Pilpres ini memang serasa dalam pameran otomotif. Tergantung selera kita. Tergantung kebutuhan kita. Silakan pilih yang anda suka. PEACE!!!

Konflik Si mBok Yem vs Juragan Kos

Monday, May 4th, 2009

765251224448088 Konfilk ternyata tidak hanya terjadi di tingkat negara tetapi juga terjadi di sebuah kos-kosan. Kali ini konflik itu antara Si mBok Yem(SBY) versus Juragan Kos(JK).

Kisah nyata ini baru terjadi beberapa hari ini dan berujung di usirnya SBY dari rumah/kos-kosan itu. Seluruh penghuni kos tersebut kaget minta ampun dan dengan penuh selidik mencoba mencari berita ada apakah gerangan.

Kali ini sumber beritanya adalah JK sendiri. Dia mengatakan bahwa SBY itu kurang ajar, berani sekali melawan perintahnya. “Emangnye dia siape, “teriak JK. Hmmm … para penghuni kos itu mencoba memahami tindakan JK untuk memecat SBY. Namun bukan intelektual namanya kalau tidak mencari “second opinion”. Kali ini SBY diminta memberikan pendapatnya dan tak pelak lagi dia mencurahkan keluh kesahnya. “Saya ga tahan mas. JK orangnya cerewet dan tak berperikemanusiaan. Masa perintah pake teriak-teriak dan ga tahu waktu. Saya juga manusia mas, bisa melawan.” ujar SBY

Hmm … jadi begitu rupanya. Dan mulai hari ini JK tidak lagi mempekerjakan SBY. Hari ini juga penggantinya telah ditetapkan.

Ya … Si mBok Yem(SBY) memang baru tiga bulan bekerja sebagai pembantu di tempat tante Juragan Kos(JK) dan konflik memang sudah terjadi antara mereka. Para penghuni kos sering tutup telinga bila mereka mulai bertengkar.

Ada-ada saja … bagaimana dengan SBY vs JK lainnya ??????????????????

Salam