Archive for July, 2009

Stop Using Autism Jokes!

Friday, July 24th, 2009

angelBerikut adalah kiriman email dari seorang teman, semoga bisa menjadi renungan kita semua.
PLEASE READ & FORWARD, this is very IMPORTANT for those of you who has few knowledge about Autism)

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…

Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…
Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.
Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!
Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… :(( :(( :(( AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((

Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.
AKU PINGSAN!!!

* * *
Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.
Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…

Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah.
Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”
Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN.

* * *
Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.
Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.
Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.

Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…
“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe” Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…
Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=
SiLLy

Problema Kualitas Anak Indonesia

Wednesday, July 22nd, 2009

22072009Konflik sosial di Indonesia telah melahirkan ribuan anak-anak pengungsi. Krisis ekonomi yang berkepanjangan dengan terus naiknya harga bahan-bahan kebutuhan pokok masyarakat telah melahirkan pula anak jalanan, anak putus sekolah dan anak yang terpaksa bekerja (child labour) di berbagai sektor. Semakin banyak anak-anak yang tidak bisa menikmati kehidupannya sebagai anak secara wajar akibat kemiskinan dan keterbelakangan, sehingga sebagian dari mereka terpaksa ikut mencari nafkah untuk menopang hidupnya. Mereka hampir tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan normal seorang anak.

Ada dua faktor yang menentukan dalam proses tumbuh-kembang seorang anak, antara lain faktor keturunan (heredokonstitusional) dan faktor lingkungan (fisikobiopsikososial). Faktor keturunan akan memberikan potensi fisik dan mental/intelegensia yang ada pada sel telur yang dibuahi pada saat konsepsi. Yang dimaksud lingkungan (dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah bi’ah) adalah suasana tempat anak tersebut berada. Maka dalam proses tumbuh kembang, lingkungan berfungsi sebagai penyedia (provider) kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembangnya. Jadi faktor keturunan menentukan potensi seorang anak, namun lingkungan menentukan tercapai tidaknya potensi tersebut. Lingkungan fisikobiopsikososial ini mencakup lingkungan keluarga, lingkungan perlindungan kesehatan anak, lingkungan masyarakat dan lingkungan stimulasi.

Abdullah Nashih Ulwan, seorang profesor lulusan Al-Azhar yang bergerak di bidang pendidikan, mengingatkan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah), sehingga jika ia mendapat keluarga yang baik, dibesarkan dalam lingkungan sosial yang baik (shaleh), serta iklim pendidikan yang kondusif, maka anak akan tumbuh besar dengan landasan moral (al-iman) yang kuat, berahklak mulia dan berpendidikan yang baik. Demikian pula halnya dengan pendapat Imam Al-Ghazali yang mengatakan bahwa anak adalah amanat bagi kedua orang tuanya. Dan hatinya yang suci adalah permata yang mahal. Apabila ia diajar dan dibiasakan pada kebaikan, maka ia akan tumbuh pada kebaikan itu dan akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Tetapi, apabila dibiasakan untuk berbuat kejahatan dan dibiarkan seperti binatang-binatang, maka ia akan sengsara dan binasa. Cara memelihara anak yang baik adalah dengan mendidik dan mengajar akhlak yang mulia kepadanya.(selengkapnya silahkan lihat artikel)
•Penulis : Yudi Hardi Susilo
Tulisan ini pernah dimuat pada Koran Banjarmasin Post, 19 Juli 2001

2012 : Kiamat?????????

Friday, July 10th, 2009

2012 Berikut tulisan dalam kata pengantar penerbit buku Doomsday Kiamat 2012 karya Salman Alfarizi : Banyak di antara kita yang beranggapan bahwa kita tidak akan pernah tahu kapan tepatnya kiamat akan terjadi. Persisi kejadian akhir zaman itu melulu Tuhan yang tahu, dan kita tidak bisa menghindarinya. Namun demikian, pada dasawarsa terakhir ini, kita dikejutkan oleh pemberitaan hasil investigasi astronomi Bangsa Maya yang menyatakan bahwa kiamat tak kan lama lagi terjadi : 21-12-2012. Meski pernyataan tersebut mengundang kontroversi persepsi, Lawrence E. Joseph, penulis berdarah Lebanon, yang menjadi Ketua Dewan Direksi Aerospace Consulting Corporation, dalam bukunya Apocalypse 2012, mampu memaparkan detail kemungkinan terjadinya bencana alam di tahun tersebut secara apik, jelas dan ilmiah.

Selain dari buku di atas, sebuah film tentang Doomsday di tahun 2012 juga dibuat dengan efek teknologi yang luar biasa. Dengan menggunakan judul film yang sama yaitu 2012, film ini semakin memperkuat visualisasi dari persepsi tentang kejadian kiamat 2012 ini. Lihat saja trailernya di 2012 the movie

So, sambil menunggu diputarnya film 2012 di bioskop, kita baca bukunya Salman dulu … habis itu nunggu tahun 2012. Yang punya hutang … lunas dong! he he he

Salam

Bermain Gitar

Friday, July 10th, 2009

Wisnu on You Tube

AYO CONTRENG

Wednesday, July 8th, 2009

delapanjuli Akhirnya saat yang ditunggu telah tiba. Pemilihan Presiden RI 2009 untuk memilih memilih Presiden dan Wakil Presiden periode 2009 - 2014.

PilPres telah menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia dengan berbagai tahapan-tahapan yang telah dijalani dari mulai kampanye, debat hingga saat pencontrengan.

Alhamdulillah semua berjalan lancar, masyarakat kita telah dewasa dan semoga pemimpin yang terpilih bisa membawa bangsa ini ke arah kemakmuran dan kesejahteraan warganya. Amien