Archive for December, 2009

“Bunuh Diri itu Kekerasan yang Menular”

Wednesday, December 16th, 2009

depression_223191 Ya. Violence is Contagious. Kekerasan itu Menular! Kejadian bunuh diri dari ketinggian di Jakarta semakin marak dan sering terjadi. Psikolog Universitas Indonesia (UI) Suhati Kurniawati mengatakan, bunuh diri dengan terjun bebas dari ketinggian yang semakin marak merupakan contagious violence (kekerasan yang menular). Melihat beberapa kasus bunuh diri dari ketinggian di Jakarta dalam dua bulan terakhir, besar kemungkinan para pelakunya memiliki latar belakang yang sama, yakni mengalami depresi berat ataupun putus asa. Disisi lain, kata Suhati, media massa “menularkan dan memberi contoh cara bunuh diri.” Media mempunyai peran. Media mengilhami orang-orang yang depresi berat dan putus asa untuk melakukan hal yang sama,”ujarnya.

Menurut Suhati, orang yang mendapatkan tekanan hidup luar biasa, hingga depresi berat dan putus asa, cenderung melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri. “Nah, ide untuk bunuh diri dengan cara simpel dan mudah, timbul saat dia melihat di media ada orang yang melakukannya dengan terjun bebas dari ketinggian,”katanya. (Warta Kota, 16 Desember 2009)

Menurut saya, media tidak bisa disalahkan begitu saja karena permasalahan hidup di jaman sekarang memang sudah begitu berat. Ada sebuah sebuah situs yang mengajak untuk ‘menjauhkan’ diri dari kemungkinan bunuh diri dengan cara mencurahkan segala ganjalan. Berikut cuplikan beberapa ‘curhat’ yang ada :

“dari xxx @ Sabtu, 17 Oktober 2009 | 16:10 WIB : bolehkah saya “mengundurkan diri” dari kehidupan ini, karena saya
sudah tidak bisa menahan himpitan beban hidup. saya sepertinya disleksia (kalau dalam maslah belajar) dalam menjalani hidup ini. saya tidak tahan denganarus kehidupan ini, semakin lama semakin kepikiran untuk melakukan hal itu”

“dari yyyy @ Sabtu, 14 November 2009 | 12:22 WIB : pacarku mau bunuh diri, hanya karena hubungan kami nggak direstui sama ortunya. dia kelas 2 sma(17th), chinnese, putih, high-end teen, cakep biar agak ndud sepertinya punya segalanya dalam hidup. sementara aku sendiri, feya, semester 5 politik univ negeri terkenal di sby(18 th), afro indonesia, berkulit mocha, middle end teen, kurus (banget, kaya model luar negeri yang kebanyakan bulimia tuh) -tapi aku kurus emang dari sononya-, harus bekerja sambil kuliah untuk bisa hidup lebih baik (at least gak njeglek banget lah kalo sama dia). orang taunya gak setuju dia jalan sama aku. ada 1 orang yang dukung aku, cie2nya dia. orang tuanya tinggal di ponorogo, sementara aku dimas n cie2nya di sby. setiap kali orang tuanya datang dan m,ulai meng-intimidasi dia, dia selalu berpikir dan bicara (dengan nada mengancam) padaku untuk jangan menyalahkan dia kalo misal dipaksa, dia akan bunuh diri. aku harus apa? aku gak bisa jaga dia 24 jam sehari. apalagi kalau misalnya dia jadi dipaksa pulang ponorogo. keinginannya untuk bunuh diri akan semakin besar karena gak bisa ketemu aku. aku juga akan susah untuk cegah dia lakukan itu. apa aku harus bicara dengan cie2nya? tapi kalo aku bicara, apa dia gak marah sama aku? aku bingung harus apa. aku akan lebih lega kalo akhirnya dia sama orang lain atau ternyata dia hanya mengancam. aku takut dia bener2 nekat bunuh diri…. aku bingung harus apa…”

“dari rrrrr @ Sabtu, 21 November 2009 | 13:52 WIB : feel very hurt…kenapa pengerobanan dan cintaku di sia-siakan oleh lelaki yang ku panggil suami…aku sangka dia benar-benar menyintai ku semasa kami mengambil keputusan untuk bersama 9 bulan lepas…setelah pernah gagal dalam rumahtangga sebelum ini, aku sangat malu untuk gagal rumahtangga buat kali kedua…aku tidak berdaya untuk menghadapi hidup dan masyarakat…kematian adalah jalan penyelesaian terbaik buatku…walaupun begitu aku tetap berharap Tuhan memberi jalan penyelesaian untuk rumahtanga kami…aku tidak mahu gagal lagi, kalau gagal bermakna ianya KEMATIAN…”

“dari mmmmm @ Rabu, 25 November 2009 | 19:22 WIB : Gw sering terpikir untuk bunuh diri…merasa dunia ngga adil.. Kesulitan demi kesulitan datang silih berganti. Berawal dari suami yang kurang perhatian, jarang pulang ke rumah, ngga pernah ada komunikasi,dia kemana-kemana, dia seolah-olah hidup dengan dunianya sendiri. Sementara gw dengan dua anak yang masih kecil-kecil sedang hamil pula…. pembantu berhenti, merasa seakan-akan semua kesulitan, urusan anak, rumah tangga harus mikir sendiri sementara suami dengan santainya pulang seenaknya, kadang tengah malam, kadang subuh, kadang ga pulang. Anak-anak berantem…pusiiing pengen bunuh diri…. ngerasa rumah tangga ini hampa, tidak ada kebersamaan, tidak terjalinnya hubungan suami istri…gw putus asa… Mau cerai takut… karena jujur gw masih sangat mencintai suami gw..tp ngga sanggup ngelalanin kehidupan seperti sekarang ini. Secara fisik dan mental gw capee……”

dan masih banyak lagi ….. :(
Pelaku bunuh diri biasanya orang yang KESEPIAN, tidak bisa mengungkapkan dan melampiaskan masalahnya. Tembok besar seolah-olah menghadangnya. Tidak ada solusi dan merasa gagal.

Bagaimana mencegah dan menghindari semua ini?

MARI BERBAGI !

Ikatan Apoteker Indonesia : Antara Harapan dan Realita

Sunday, December 13th, 2009

logoiai Malam ini, tiba-tiba saya ingin sekali menulis tentang “Apoteker”. Sebuah ‘profesi’ yang dahulu diwadahi oleh suatu organisasi yang bernama Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia(ISFI) dan mulai 9 Desember 2009 pukul 00.09 wib membentuk organisasi dengan nama baru yaitu ‘Ikatan Apoteker Indonesia’.

Tentu bukan hanya sekedar pergantian atau perubahan nama saja, tetapi barangkali ada harapan-harapan yang mendasari terbentuknya organisasi ‘baru’ ini. Barangkali para peserta Kongres ISFI di Jakarta tanggal 7 - 9 Desember 2009 sudah merencanakan sekian lama nama ini dan isunya sih … pergantian nama ini tidak semulus jalan tol karena beberapa anggota ISFI punya pandangan yang berbeda.

Sejak terbentuknya Ikatan Apoteker Indonesia ini … beberapa anggota yang bukan Apoteker tentu harus mulai keluar, misalnya para Sarjana S1 Farmasi Non Apoteker atau Bahkan para Master,Doktor, Profesor sekalipun Non Apoteker. Resiko seperti ini mesti diterima dan merupakan konsekuensi yang ada.

Berdasarkan realita di masyarakat, pembentukan IAI ini diharapkan bisa lebih fokus meningkatkan kredibilitas profesi Apoteker, yang menurut saya, masih dipandang sebelah mata. Mengingat masa-masa ‘penguatan’ ini, seyogyanya IAI mesti memperkuat kekompakan anggota-anggota dan bukan malah mempersulit anggotanya. Semua harus sadar, terutama yang bakal jadi pengurusnya untuk penting MELINDUNGI anggotanya, MEMBINA dengan sabar dan tekun, bukan malah MENJEGAL, MENGHAMBAT DAN MEMPERSULIT sejawatnya. Keinginan untuk memperbesar dan memperkuat organisasi profesi ini tentu bukan hanya keinginan para pengurusnya saja, tetapi merupakan HAK semua Apoteker yang ada.

Jujur saya katakan bahwa saya berharap IAI ini digerakkan oleh kaum muda yang punya wawasan yang luas, tidak punya kepentingan pribadi dan berkeinginan mulia memajukan para apoteker di Indonesia dan juga siap berjuang membantu Apoteker-apoteker yang kesulitan. Jika ada Apoteker yang merasa minder, dia rangkul. Jika ada Apoteker yang nakal, dia dekati untuk dinasehati dan dibina dengan bersahabat, bukan malah ditendang. Jika ada apoteker yang berbakat, dia berkenan menyalurkan potensinya. Jika ada apoteker yang memang kesulitan, dia berkenan mencari solusinya.

Saya ‘masih’ seorang Apoteker. Dan tanpa perlu mendapat pengakuan dari siapapun saya akan tetap melakukan pekerjaan-pekerjaan kefarmasian sebagai seorang Apoteker walaupun misalnya, saya tidak punya Apotek nantinya, ataupun pekerjaan saya tidak berhubungan dengan kefarmasian, ataupun saya kesulitan mendapat tanda registrasi sebagai seorang Apoteker nantinya karena masalah birokrasi atau apalah. Terkadang saya ingin melepas ke-Apoteker-an ini bila melihat ada sejawat pengurus yang tidak adil memperlakukan sejawatnya atau malah menghina sejawatnya. Tapi saya masih berharap dan saya percaya Ikatan Apoteker Indonesia akan berubah menjadi lebih baik.

Banyak suara yang sumbang di sekitar kita dan itu wajar. Bila memang ada suara yang merdu , silakan bernyanyilah karena tentu suara yang merdu pasti akan didengar oleh masyarakat tanpa perlu berkoar-koar ‘Dengarlah Aku .. Dengarlah Aku!”

Selamat dan Sukses buat para Apoteker Indonesia. Tetap FOKUS dan SEMANGAT!

Manfaat Pisang

Thursday, December 3rd, 2009

pisangPisang merupakan buah yang sarat gizi, hampir tidak mengandung lemak dan mudah dicerna. Karbohidrat didalam Pisang
sekitar 23-35%, lemak 0.2% dan seperti bahan nabati lainnya, pisang bebas kolesterol. Sebanyak 100 gram pisang akan memberikan kalori sebesar 120 kalori. Buah ini juga kaya kalium dan mengandung magnesium, selenium, besi dan vitamin-vitamin serta bebas natrium. Pisang kaya dengan vitamin B-6 yang dibutuhkan untuk kesehatan mental seseorang. Kekurangan vitamin B-6 ini dapat menyebabkan seseorang mudah lelah dan marah serta susah tidur. Mengkonsumsi satu setengah buah pisang setiap hari akan mencukupi kebutuhan tubuh terhadap vitamin B-6 ini. Menyantap makanan kaya kalium dan vitamin B6, khususnya pisang segar (bukan pisang rebus atau pisang goreng) juga dapat mengurangi rasa nyeri, ngilu dan sakit pada persendian. Mengkonsumsi pisang 3-4 kali sehari bahkan dipercaya dapat membantu mengurangi gejala radang sendi (arthritis). Pisang merupakan makanan kaya kalium. Satu buah pisang berukuran sedang mengandung 467 mg kalium, yang memberikan 13% kebutuhan kalium harian. Data penelitian menunjukkan bahwa pengambilan kalium oleh tubuh berhubungan dengan efek penurunan tekanan darah. Pada tahun 2001, FDA (Food and Drug Administration; semacam Badan POM di USA), menyetujui bahwa makanan yang merupakan sumber kalium dan rendah natrium barangkali dapat mengurangi resiko terjadinya peningkatan tekanan darah dan stroke. Sebagai sumber kalium, pisang dapat membantu mengurangi resiko peningkatan tekanan darah. Didalam New England Journal of Medicine bahkan disebutkan, bahwa mengkonsumsi satu buah pisang sehari dapat menurunkan resiko stroke sampai 40%. Jika anda merasa lesu di antara waktu makan, ambil saja pisang. Gula buah yang terkandung didalamnya (yang tergolong karbohidrat sederhana), akan mudah dicerna dan masuk ke aliran darah sehingga menghasilkan energi instant. Selain itu, dengan pasokan kalium dari pisang, jaringan otot akan bertenaga kembali selama beberapa saat sebelum tubuh mendapatkan pasokan energi darurat dari makanan utama. Karena hal ini pula, tidak heran jika para atlet terutama atlet tennis seringkali mengkonsumsi pisang sebelum dan pada saat bertanding untuk pengusir lelah dan pemberi tenaga. Didalam The Food Pharmacy oleh Jean Carper, pisang bahkan disebut sebagai makanan mujarab bagi penderita penyakit mag. Barangkali sifat spasmolitik pisang, yang menurunkan kerja lambung dan mengurangi sekresi enzim serta asam lambung, turut berperan dalam menghasilkan khasiat ini. Kandungan pektin yang tinggi didalam pisang juga dapat melindungi selaput lendir lambung terhadap pengaruh asam lambung dan enzim (pepsin). Pisang juga kaya serat makanan atau karbohidrat kompleks. Konsumsi serat makanan akan membantu memperlancar buang air besar dan sangat baik untuk mencegah kanker usus besar.

Pidato Tanpa Teks di PBB oleh seorang Anak 12 tahun

Wednesday, December 2nd, 2009

logo-pbbPidato Anak Umur 12 Tahun Bikin Forum PBB Terdiam

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children’s Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak” yg mendedikasikan diri
Untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah”
lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang” terkemuka yg berdiri dan memberikan
Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak” berusia 12 dan
13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini
Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak” yg kelaparan di seluruh dunia yang
tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang” yang sekarat yang
tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang
nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga
beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan”nya penuh dengan
kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang” dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang” liar, hutan rimba dan hutan tropsi yang penuh dengan burung
dan kupu”. tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal” tersebut bahkan
masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah” kecil ini ketika
anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan
nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua
pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda
sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di
tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!!!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki” dan saudara perempuan, paman dan bibi -
dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
walaupun begitu tetap saja negara” di utara tidak akan berbagi dengan
mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak” yang hidup di jalanan. Dan salah satu
anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya ,
dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak” jalanan makanan, pakaian
dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak” tersebut berusia sama
dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang
begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak” yang
hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan
di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemsi di India
.

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang
yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami
supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak” anda semua , Anda sekalianlah
yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak” mereka dengan
mengatakan ” Semuanya akan baik-baik saja “. ‘kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan’ dan ‘ ini bukanlah akhir dari
segalanya’

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatan
mu bukan oleh kata” mu ‘

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangsi pada malam hari.
kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata” tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB,
membungkam seluruh Orang” penting dari seluruh dunia hanya dengan
pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang
hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang
meriah kepada anak berusia 12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

” Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi
nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato,
sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
assisten saya kemarin… Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun ”

Cerita ini benar” terjadi dan pidato severn Cullis-Suzuki itu benar”
pidato yang dikatakan nya dalam pidato tersebut tanpa dilebih” kan .