Malam ini, tiba-tiba saya ingin sekali menulis tentang “Apoteker”. Sebuah ‘profesi’ yang dahulu diwadahi oleh suatu organisasi yang bernama Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia(ISFI) dan mulai 9 Desember 2009 pukul 00.09 wib membentuk organisasi dengan nama baru yaitu ‘Ikatan Apoteker Indonesia’.
Tentu bukan hanya sekedar pergantian atau perubahan nama saja, tetapi barangkali ada harapan-harapan yang mendasari terbentuknya organisasi ‘baru’ ini. Barangkali para peserta Kongres ISFI di Jakarta tanggal 7 - 9 Desember 2009 sudah merencanakan sekian lama nama ini dan isunya sih … pergantian nama ini tidak semulus jalan tol karena beberapa anggota ISFI punya pandangan yang berbeda.
Sejak terbentuknya Ikatan Apoteker Indonesia ini … beberapa anggota yang bukan Apoteker tentu harus mulai keluar, misalnya para Sarjana S1 Farmasi Non Apoteker atau Bahkan para Master,Doktor, Profesor sekalipun Non Apoteker. Resiko seperti ini mesti diterima dan merupakan konsekuensi yang ada.
Berdasarkan realita di masyarakat, pembentukan IAI ini diharapkan bisa lebih fokus meningkatkan kredibilitas profesi Apoteker, yang menurut saya, masih dipandang sebelah mata. Mengingat masa-masa ‘penguatan’ ini, seyogyanya IAI mesti memperkuat kekompakan anggota-anggota dan bukan malah mempersulit anggotanya. Semua harus sadar, terutama yang bakal jadi pengurusnya untuk penting MELINDUNGI anggotanya, MEMBINA dengan sabar dan tekun, bukan malah MENJEGAL, MENGHAMBAT DAN MEMPERSULIT sejawatnya. Keinginan untuk memperbesar dan memperkuat organisasi profesi ini tentu bukan hanya keinginan para pengurusnya saja, tetapi merupakan HAK semua Apoteker yang ada.
Jujur saya katakan bahwa saya berharap IAI ini digerakkan oleh kaum muda yang punya wawasan yang luas, tidak punya kepentingan pribadi dan berkeinginan mulia memajukan para apoteker di Indonesia dan juga siap berjuang membantu Apoteker-apoteker yang kesulitan. Jika ada Apoteker yang merasa minder, dia rangkul. Jika ada Apoteker yang nakal, dia dekati untuk dinasehati dan dibina dengan bersahabat, bukan malah ditendang. Jika ada apoteker yang berbakat, dia berkenan menyalurkan potensinya. Jika ada apoteker yang memang kesulitan, dia berkenan mencari solusinya.
Saya ‘masih’ seorang Apoteker. Dan tanpa perlu mendapat pengakuan dari siapapun saya akan tetap melakukan pekerjaan-pekerjaan kefarmasian sebagai seorang Apoteker walaupun misalnya, saya tidak punya Apotek nantinya, ataupun pekerjaan saya tidak berhubungan dengan kefarmasian, ataupun saya kesulitan mendapat tanda registrasi sebagai seorang Apoteker nantinya karena masalah birokrasi atau apalah. Terkadang saya ingin melepas ke-Apoteker-an ini bila melihat ada sejawat pengurus yang tidak adil memperlakukan sejawatnya atau malah menghina sejawatnya. Tapi saya masih berharap dan saya percaya Ikatan Apoteker Indonesia akan berubah menjadi lebih baik.
Banyak suara yang sumbang di sekitar kita dan itu wajar. Bila memang ada suara yang merdu , silakan bernyanyilah karena tentu suara yang merdu pasti akan didengar oleh masyarakat tanpa perlu berkoar-koar ‘Dengarlah Aku .. Dengarlah Aku!”
Selamat dan Sukses buat para Apoteker Indonesia. Tetap FOKUS dan SEMANGAT!
SEMANGAT!!! Biar gak dipandang sebelah mata lagi!!
i agree….berganti nama berarti reborn…menjadi yang lebih baik dan lebih positif ke depan. i agree….IAI menjadi organisasi yang MELINDUNGI ANGGOTANYA,MEMBINA DENGAN SABAR DAN TEKUN,SALING BEKERJASAMA….BUKAN MENJEGAL, MENGHAMBAT ATAUPUN MEMPERSULIT. terkadang merasa dirinya lebih baik….?? anda senior or yunior? pastinya senior atau yunior dimanapun dia bekerja PNS,SWASTA,RS,APOTIK,INDUSTRI FARMASI…DLL. jika mengakui apoteker maka harus bersatu….merangkul….jika ingin dikenal dan diakui dimasyarakat mulailah berbenah dari diri sendiri dari dalam organisasi. yang saya rasakan selama ini ketika masih bernama ISFI belum berarti….semoga IAI menjadi lebih baik.
semoga ini mjd pijakan baru kita utk semakin maju dan profesional
Aku apoteker senior yg merasa tlh memahami situasi perubahan di organisasi profesi kita. Sejak mahasiswa sp skrng aku merasa loyal pd organisasi kita, apapun namanya. Perubahan adalah paradigma zaman sekarang. Kita harus siap berubah mengikuti perubahan zaman. Aku sudah mulai melakukan perubahan diri menyesuaikan keadaan. Perbedaan2 pendapat adalah wajar dan manusiawi. Mari kita menatap masa depan bersama-sama. Kalau IAI tlh jadi keputusan, mari kita fokus pd IAI. Masalah S1, S2 & S3 yg non Apoteker, pasti bisa diselesaikan bersama, krn semua fihak adalah orang2 pinter dan bijak.
sy sgt terkejut dengar kbr dari teman sy bahwa IAI,sementara sejak lama ada d benak sy ingin Apoteker punya wadah sendiri, ternyata telah terbentuk,sy ingin gabung gmn caranya?????
saya akan ikut menegak kan organisas ini
Hidup apoteker indonesia
smoga IAI dapat membina n memberikan semangat kepada para apoteker ….agar menjadi apoteker yang handal n dpt mengabdikan ilmunya di bidangnya /pekerjaannya…masing2….
CHANGE TO EXELLENT
alhamdulillah,apoteker sudah punya wadah yang jelas yaitu IAI smoga tahun2 mendatang lebih profesional lagi
Sucses.To IAI.jangan lupa ya informasi seminarnya.