Menjadi orang top di negeri ini merupakan idaman sebagian orang. Dari ratusan juta penduduk Indonesia tentu perlu persaingan untuk menjadi orang top. Yang diperlukan adalah menjadikan dirinya dikenal oleh semua orang. Untuk terkenal, apabila manuvernya biasa saja tentu tidak akan berhasil. Tentu dia harus berbeda atau menjadikan yang biasa menjadi kelihatan berbeda dan luar biasa.
Langkah pertama adalah menebarkan opini.
Opini terbukti sangat ampuh membuat orang berubah dan bahkan mampu menggerakkan orang. Jika tema opini sudah banyak beredar dan kecenderungan orang sudah memiliki idola masing-masing, maka tema yang paling pas adalah CHANGE. Buat orang merasa bersalah jika ia tidak mau berubah. Maksudnya berubah mengikuti kita. Buat seolah tema perubahan (change) ini begitu berarti dan menjadi urat nadi kehidupan kita dan merupakan jalan satu-satunya untuk sukses. Sasaran empuk dan praktis adalah para bos yang punya banyak bawahan. Jika bos sudah terpengaruh tema “change” ini, maka dengan mudah seluruh karyawan dibawahnya akan mengikuti. Apabila langkah menyebar opini ini lancar, maka segera lanjut ke langkah kedua.
Langkah kedua. Membentuk komunitas dan mengikat loyalitas
Mereka yang sudah terpengaruh oleh opini kita harus didorong men-follow up opini kita, namun tentunya dibuat seolah sebagai inisiatif mereka sendiri. Misalnya Komunitas Para Pemimpin untuk Perubahan atau Komunitas Bla bla angkatan pertama, angkatan kedua dst. Selanjutnya adalah terus menjalin link dengan mereka. Selain bisa terus mendulang uang, kita juga terus menggerakkan mereka secara tidak langsung. Mereka seolah merasa telah berubah dan berhasil serta kreatif namun sebenarnya mereka dibawah kendali kita. Buat acara-acara yang menambah mereka yakin akan kita dan posisikan diri kita sebagai penggerak/motivator/atau apapun namanya … yang penting mereka loyal dengan kita.
Langkah ketiga. Mulai berpolitik dan mengkritik status quo
Contoh langkah ketiga ini banyak ditemui disekitar kita. Misalnya SM(Menkeu) , pada saat dahulu dia sering mengkritik kebijakan keuangan status quo dan sekarang dia berhasil menjadi orang top. Klo kita , karena kita udah punya massa dengan opini kita, dengan mudah massa tersebut dapat kita gerakkan secara tidak langsung dengan aksi sosial atau apalah yang bertujuan menembus segi kekuasaan status quo. Bila sudah bisa tinggal tunggu menjadi orang TOP
namun perlu diingat, dalam hal ini yang TOP cuma satu orang. Dan apabila si penebar opini sudah TOP dia akan LUPA segalanya.
Hi there, may i use some of the subject matter found in this post if I reference a web link back to your site?