Bersahabat Orang Padang

(sumber : Tulisan Muhamad Najib, Mengenal Amien Rais Melalui Anekdot & Kisah Nyata)

Dalam perjalanan kembali dari Padang menuju Jakarta, Pak Amien didampingi oleh beberapa kawan asal Minang, seperti, Edi Yosfi dan kakaknya bernama Andre Doni, juga anggota DPR asal Sumbar Patrialis Akbar, serta Wakil Wali Kota Batam Azman Abnur. Kami semua duduk di Kelas Bisnis; Pak Amien duduk di kursi paling depan sebelah kanan dekat jendela ditemani Edi Yosfi, di belakangnya duduk Patrialis Akbar dan Azman, kemudian saya dan Doni.

Sejak pesawat tinggal landas meninggalkan Kota Padang, saya perhatikan Pak Amien ngobrol serius Edi, dan saya ngobrol dengan Doni yang duduk berdekatan, sementara Patrialis tidur nyenyak kelelahan. Setelah beberapa waktu Pak Amien juga tertidur, sehingga membuat Edi gelisah sendirian. Dia lalu menoleh ke belakang. Mungkin karena melihat kami asyik ngobrol, dia kemudian pindah ke belakang bergabung dengan kami. Edi pandai bercanda sehingga membuat kami tertawa terus.

Mungkin karena mendengar berisik tawa kami yang tak pernah berhenti, Patrialis terbangun dan bergabung ngobrol. Sekadar untuk mengimbangi cerita-cerita Edi, saya kemudian menyampaikan satu cerita fiktif; Dalam Rapat Harian DPP PAN, seorang peserta bertanya dengan nada protes, katanya, “Kenapa orang-orang kepercayaan Pak Amien, kok orang Padang semua, mulai dari Edi Yosfi, Teja Tamin, Jeffrie Geovanie sampai Azman Abnur!” Para peserta terdiam semua dan tidak ada yang bisa menjawab ataupun memberikan komentar. Setelah beberapa saat, terdengar suara dari seorang Wakil Sekjen yang duduk agak jauh, sambil mengangkat tangan; dia berbicara dengan nada tanya,” Siapa bilang orang Padang semua? Bukankah di sana juga ada Fuad Bawazir?” “Siapa bilang Fuad bukan orang Padang?” sahut salah seorang Bendahara dengan nada tidak kalah seriusnya. Para peserta tampak heran dan saling memandang, karena mereka tahu bahwa Fuad orang Jawa tengah yang lahir dan besar di Cilacap. Di tengah rasa penasaran itu, dia melanjutkan,”Bukankah dia orang Padang Pasir?”

Tawa Edi dan kawan-kawan meledak, diikuti teman-teman lain yang ikut berkumpul di kursi belakang, sehingga seluruh penumpang menoleh ke belakang, termasuk Pak Amien. Dengan wajah penasaran beliau terus memperhatikan kami, mungkin ingin tahu mengapa kami begitu gembira. Mungkin karena melihat Pak Amien duduk sendiri, Edi kemudian segera kembali ke tempat semula di sebelah Pak Amien. Edi kemudian menceritakan “cerita” yang membuat kami terbahak-bahak. Wajah Pak Amien tampak kaget, rupanya dia baru sadar kalau dikitari orang Padang. Dia segera berdiri, dengan senyum dan wajah ceria mendekati Fahmi Idris yang ditemani Agung Laksono, dua orang tokoh Golkar yang duduk di seberang. Beliau kemudian mengulang cerita itu pada Fahmi yang berasal dari Sumatera Barat. Fahmi tertawa dan memberi komentar, “Ada satu lagi Pak Amien! Abdillah Toha,” katanya sambil terkekeh-kekeh.

(dituliskan kembali untuk blog.yudihardis.com)

One Response to “Bersahabat Orang Padang”

  1. apa yang saya cari, terima kasih

Leave a Reply